Oleh Indah Kurnia, Insan BCA 1984-2008, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan
PERTANYAAN tersebut sungguh menarik ketika semua sektor usaha akhir-akhir ini justru lebih menitikberatkan orientasi pada pengembangan IT untuk menghadirkan produk/jasa yang CeMuMuAH (meminjam istilah Bank Indonesia); Cepat – Mudah – Murah – Aman – dan Handal (kekinian). Kalau lambat, imbasnya tentu ada ketergantian tenaga manusia, dengan output yang diharapkan kinerja menjadi lebih cepat, akurat, dan hemat.
Seperti produk hasil tembakau (rokok). Kalau dibikin/dilinting manusia, dalam 1 menit mungkin hanya akan menghasilkan 7 batang. Coba jika dilakukan oleh mesin, 1 menit bisa menghasilkan 7.000 batang dengan bentuk dan ukuran yang presisi. Mungkin yang membedakan adalah sensasinya. Cita rasa rokok dari sentuhan tangan ahli manusia yang hidup dan menghidupi keluarganya dari bekerja sebagai pelinting rokok selama bertahun-tahun tentu berbeda dengan rokok buatan mesin. Terlepas dari itu, rokok adalah produk yang tak kenal resesi. Maka itu, pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea Cukai-Kementerian Keuangan harus tetap membuat Kebijakan Tarip Cukai yang fair untuk SKT (Sigaret Kretek Tangan).
Poin Penting Purbaya menilai lambatnya penyerapan anggaran K/L dan Pemda merupakan masalah klasik yang terjadi… Read More
Poin Penting Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat pada 2025, mencapai… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,94 persen ke level 9.032,58 dan sempat menyentuh All Time… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya temukan 40 perusahaan baja asal China dan Indonesia yang diduga mengemplang… Read More
Poin Penting Permata Bank menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 20% lewat Travel Fair 2026 bersama… Read More
Poin Penting Permata Bank optimistis kredit konsumer tumbuh sekitar 10 persen pada 2026, dengan prospek… Read More