Di Era AI, Akuntan Tak Cukup Hanya Buat Laporan

Di Era AI, Akuntan Tak Cukup Hanya Buat Laporan

Poin Penting

  • AI mengotomatisasi pekerjaan akuntansi, menggeser peran akuntan menjadi analis berbasis data.
  • Kebutuhan akuntan yang menguasai teknologi dan sistem digital semakin meningkat.
  • BINUS meluncurkan program doktor DAS dengan fokus accounting analytics dan riset berbasis teknologi.

Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara kerja akuntan. Jika dulu pekerjaan akuntansi identik dengan mencatat dan menyusun laporan keuangan, kini sebagian proses itu sudah bisa dilakukan otomatis oleh teknologi.

Akibatnya, peran akuntan ikut bergeser. Bukan lagi sekadar “tukang hitung”, tetapi menjadi analis yang membantu pengambilan keputusan bisnis.

Perubahan ini membuat kebutuhan akan akuntan yang paham teknologi semakin tinggi. Tidak cukup hanya menguasai teori, mereka juga harus mampu membaca data dan memahami sistem digital yang digunakan perusahaan.

Baca juga: Implementasi PP 43 Tahun 2025 Bawa Kabar Baik bagi Profesi Akuntan

Melihat tren tersebut, BINUS University meluncurkan program doktor Doctor of Accounting Science (DAS) yang menekankan penggunaan teknologi dan analisis data dalam akuntansi.

Rektor BINUS University, Nelly, mengatakan program ini ditujukan untuk menjawab tantangan zaman.

“Program Doctor of Accounting Science ini adalah wujud komitmen kami dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul secara akademik dan mampu memberdayakan masyarakat melalui riset yang berdampak. Kami ingin melahirkan pemimpin pemikiran yang mampu menjawab tantangan global,” ujarnya, dikutip Sabtu, 11 April 2026.

Baca juga: Indonesia Kekurangan Akuntan Publik, Anak Muda Tidak Berminat?

Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana teknologi digunakan dalam praktik akuntansi saat ini.

Dekan School of Accounting BINUS University, Ang Swat Lin Lindawati, menjelaskan bahwa kebutuhan industri sudah berubah.

“Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akan riset akuntansi yang semakin kompleks dan berbasis teknologi, dengan fokus pada pengembangan profesional yang mampu mengintegrasikan teori, teknologi, dan praktik bisnis,” katanya.

Salah satu fokus utama program ini adalah accounting analytics, yaitu kemampuan mengolah data untuk membantu pengambilan keputusan.

Head of Department DAS BINUS University, Toto Rusmanto, menilai hal ini menjadi kunci di masa depan.

“Salah satu keunikan utama program ini terletak pada fokus pada accounting analytics sebagai fondasi pengambilan keputusan berbasis data, sehingga akuntansi dapat berperan sebagai alat strategis berbasis teknologi,” tuturnya.

Program 6 Semester dengan Fokus Publikasi Ilmiah

Program doktor ini memiliki total 42 SKS dan dapat diselesaikan dalam enam semester. Bidang risetnya cukup luas, mulai dari akuntansi keuangan, pajak, hingga transformasi bisnis berbasis teknologi.

Mahasiswa juga didorong aktif menulis publikasi ilmiah sejak awal masa studi. (*) Alfi Salima Puteri

Related Posts

[popular_posts period="24" limit="5" show_views="false"]

News Update

Netizen +62