Moneter dan Fiskal

Di Bawah Target Prabowo, Tax Ratio 2029 Diproyeksi Capai 15,01 Persen

Jakarta – Pemerintah menargetkan rasio perpajakan untuk 2029 mencapai 11,52 hingga 15,01 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini tercantum dalam Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN 2026.

Angka tersebut masih jauh dari target Presiden Prabowo Subianto yang berambisi rasio pajak akan menyentuh di kisaran 16 hingga 18 persen terhadap PDB.

“Penerimaan perpajakan pada akhir tahun 2029 diperkirakan akan mampu mencapai 11,52 hingga 15,01 persen terhadap PDB,” tulis Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN 2026, dikutip, Senin, 25 Agustus 2025.

Baca juga: DPR Ingatkan Pemda Tak Mengandalkan Kenaikan Pajak untuk Dongkrak PAD

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan Beserta RAPBN 2026, optimisme rasio perpajakan pada 2029 tersebut didukung oleh stabilitas ekonomi makro domestik yang terjaga di tengah ketidakpastian global.

Hal itu menjadi penopang kinerja penerimaan perpajakan dalam lima tahun terakhir. Penerimaan pajak juga akan diupayakan mencapai tax buoyancy di atas 1.

Pemerintah terus berkomitmen menjalankan transformasi fundamental yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni penguatan kepercayaan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi data dan sistem informasi.

“Di tengah landskap global yang terus berubah, menjaga momentum reformasi perpajakan menjadi hal yang penting untuk memperkuat peran dan fungsi penerimaan negara,” tulis buku tersebut.

Baca juga: INDEF Ungkap Biang Kerok Penerimaan Pajak per Agustus 2025 Turun 16,72 Persen

Transformasi ini didukung oleh modernisasi administrasi perpajakan secara komprehensif (coretax system) yang mencakup penyederhanaan proses bisnis, pembaruan kerangka regulasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan integrasi teknologi digital yang lebih maju.

Secara bersamaan, arah kebijakan tetap difokuskan pada pembangunan ekosistem perpajakan yang berkeadilan, tangguh, dan inklusif.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menyelaraskan sistem perpajakan yang compatible dengan perkembangan dunia digital dan dinamika sistem perpajakan global. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

14 mins ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

3 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

6 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

12 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

12 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

12 hours ago