Poin Penting
- DFI Retail Nusantara mencatat laba Rp87 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 222 persen secara tahunan, ditopang pertumbuhan penjualan, efisiensi biaya, dan strategi bisnis yang efektif
- Pendapatan bersih naik 16 persen menjadi Rp1,408 triliun, laba kotor meningkat menjadi Rp614 miliar, sementara laba operasi berkelanjutan melonjak menjadi Rp52 miliar
- Perseroan optimistis melanjutkan pertumbuhan melalui penguatan omnichannel Guardian, peningkatan profitabilitas IKEA, serta pengembangan produk lokal “Made in Indonesia”.
Tangerang Selatan – PT DFI Retail Nusantara Tbk mencatatkan perbaikan kinerja yang signifikan pada kuartal I 2026. Perusahaan yang mengoperasikan jaringan ritel Guardian dan IKEA Indonesia ini membukukan laba Rp87 miliar, melonjak sekitar 222 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27 miliar.
Head of Finance Guardian Indonesia, Melia Asmita Natawidjaja, mengatakan peningkatan laba tersebut mencerminkan momentum pemulihan dan transformasi bisnis yang terus berlanjut.
“DFI Retail Nusantara membukukan laba positif yang menunjukkan momentum pemulihan dan transformasi kinerja bisnis yang berkelanjutan. Dengan fundamental yang semakin kuat serta fokus yang jelas, kami optimistis menghadapi masa depan secara bertanggung jawab dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Melia dalam Paparan Publik Tahunan DFI Retail Nusantara, di Bintaro, Tangerang Selatan, Kamis, 25 Juni 2026.
Baca juga: Laba DBS Treasures Meroket 289 Persen, Bank DBS Indonesia Perkuat Diversifikasi Investasi
Selain laba bersih, sejumlah indikator keuangan juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan bersih perseroan mencapai Rp1,408 triliun pada kuartal I 2026, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba kotor naik 11 persen menjadi Rp614 miliar. Adapun laba dari operasi berkelanjutan meningkat signifikan menjadi Rp52 miliar, dari Rp11 miliar pada kuartal I 2025.
Melia mengungkapkan pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja penjualan yang solid, peningkatan jumlah pelanggan, pelaksanaan strategi komersial yang efektif, serta disiplin dalam pengelolaan biaya.
“Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat, peningkatan margin kotor, disiplin pengelolaan biaya, serta pengelolaan risiko yang baik di seluruh organisasi,” ungkapnya.
Posisi keuangan DFI Retail Nusantara juga tetap terjaga dengan total ekuitas mencapai sekitar Rp1,75 triliun. Capaian tersebut dinilai semakin memperkuat fondasi keuangan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Secara tahunan, DFI Retail Nusantara juga mencatatkan peningkatan kinerja pada tahun buku 2025. Pendapatan bersih mencapai Rp4,84 triliun atau tumbuh 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba kotor meningkat 14 persen menjadi Rp2,19 triliun.
Perusahaan ini juga berhasil membalikkan kinerja operasional dengan mencatat laba dari operasi berkelanjutan sebesar Rp38 miliar, dibandingkan rugi Rp146 miliar pada tahun buku 2024. Laba yang dilaporkan meningkat menjadi Rp160 miliar dari Rp6 miliar pada tahun sebelumnya.
Di kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT DFI Retail Nusantara Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, mengatakan capaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam membangun bisnis yang lebih relevan, mudah diakses, dan berkelanjutan.
Baca juga: Melalui Guardian Indonesia, DFI Nusantara Dorong Penguatan Ekosistem Halal
“Kinerja tahun buku 2025 menunjukkan kekuatan strategi kami dalam membangun bisnis yang lebih relevan, mudah diakses, dan berkelanjutan. Melalui Guardian dan IKEA, kami terus menghadirkan nilai bagi pelanggan sekaligus menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” ujarnya.
Ke depan, Guardian akan terus memperluas aksesibilitas pelanggan melalui penguatan omnichannel, program kesehatan dan kecantikan, serta berbagai inisiatif peningkatan pengalaman pelanggan.
Sementara IKEA berfokus pada peningkatan profitabilitas, penguatan pengadaan lokal, serta pengembangan inisiatif “Made in Indonesia” yang semakin memperbesar peran Indonesia dalam rantai pasok global IKEA. (*) Ayu Utami


