Destry Damayanti Ingin Jadikan BI Lebih Adaptif dan Inovatif

Jakarta – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan mata acara uji kelayakan Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti serta dihadirinya oleh anggota Komisi XI DPR-RI.

Dalam paparannya, dihadapan anggota dewan, Destry menyampaikan visi dan misi yang disampaikan dengan tema “Menjadikan Bank Sentral yang Adaptif dan Inovatif”. Dirinya menilai, bank sentral harus bisa mengantisipasi gejolak perekonomian global.

“Perkembangan dan prospek ekonomi dunia kedepan yang penuh dengan folatilitas, ketidakpastian, kompleksitas dan ketidak jelasan menuntut bank sentral untuk bisa merespon dengan tepat dan segera karena beresiko mempengaruhi sektor perekonomian,” ujar Destry di Jakarta, Senin 1 Juli 2019.

Dirinya menilai, BI harus bersifat adaptif dan inovatif untuk meminimalisir ketidakstabilan ekonomi nasional akibat dampak dari folatilitas ekonomi global. Dengan melaksanakan kedua kunci tersebut, bank sentral juga dinilai dapat mengatasi permasalahan ekonomi nasional akibat ketidakpastian ekonomi global tersebut.

Tak hanya itu, dirinya juga mengaku akan terus mengoptimalisasi 5 bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan. Kelima kebijakan yang akan dioptimalkan ialah Kebijakan Moneter, Kebijakan Makroprudensial, Kebijakan Sistem Pembayaran, Kebijakan Kordinasi antar lembaga, serta Kebijakan Pendalaman Pasar Keuangan.

Asal tahu saja, nama Destry Damayanti merupakan calon tunggal Deputi Gubernur Senior BI yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo kepada DPR-RI. Dirinya akan menggantikan DGS BI saat ini, yakni Mirza Adityaswara, yang habis masa jabatannya pada 25 Juli 2019.

Sebelum menjabat di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Destry pernah menduduki jabatan penting seperti Kepala Ekonom Bank Mandiri, Direktur Eksekutif Mandiri Institute, hingga Ketua Panitia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

10 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

11 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

11 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

11 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

12 hours ago