Stabilisasi Rupiah, BI Keluarkan Rp60 Triliun Pada Pasar SBN
Jakarta–Pada rapat kerja antara Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Kementerian Keuangan yang dilangsungkan di Kompleks DPR-RI Jakarta, Pemerintah mematok defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 mencapai Rp397,2 triliun atau 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Selama ini defisit tiga persen masih bisa mengakomodasi kebutuhan dari Indonesia untuk menjalankan berbagai macam program,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks DPR-RI, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2017.
Dirinya juga menilai, pemerintah tetap bisa mengandalkan target defisit anggaran di bawah tiga persen terhadap PDB untuk mendorong tingkat kesejahteraan masyarakat seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan yang layak.
“Anggaran untuk fasilitas pendidikan kesehatan untuk melindungi masyarakat miskin itu tidak bisa ditunda namun tetap bisa diakomodasi dalam APBN dengan maksimum defisit saat ini,” ujarnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More