Dear Gen Z dan Milenial, Simak Tips Jitu Menyiapkan Dana Pensiun

Dear Gen Z dan Milenial, Simak Tips Jitu Menyiapkan Dana Pensiun

Poin Penting

  • Gen Z dan milenial cenderung fokus pada kebutuhan saat ini, sementara 19% belum berkomitmen menabung pensiun dan rata-rata hanya menyisihkan 3% pendapatan (di bawah ideal 10%).
  • Tanpa perencanaan sejak dini, generasi muda berpotensi menghadapi kerentanan keuangan di masa tua, apalagi Indonesia diproyeksikan memiliki 100 juta orang tanpa dana pensiun pada 2038.
  • Persiapan pensiun harus dimulai sedini mungkin melalui kombinasi menabung, investasi, penghitungan kebutuhan, serta pengelolaan anggaran yang konsisten.

Jakarta – Generasi (Gen) Z dan milenial dinilai perlu mulai mempersiapkan dana pensiun sejak dini di tengah perubahan demografi menuju masyarakat menua dalam dua dekade mendatang. 

Sebagai kelompok usia produktif, Gen Z dan milenial cenderung lebih fokus pada kebutuhan saat ini, seperti membangun karier, mengejar passion, hingga menikmati gaya hidup. Namun, tanpa perencanaan pensiun yang matang, risiko kerentanan finansial di masa depan semakin besar.

Riset Bank DBS Indonesia bertajuk Ageing Society 2025 menunjukkan masih rendahnya komitmen generasi muda dalam menyiapkan dana pensiun. Sebanyak 19 persen responden usia 22–27 tahun (Gen Z) di Asia Tenggara mengaku belum berkomitmen menabung untuk masa tua. Persentase yang sama juga ditemukan pada kelompok usia 28–43 tahun (milenial).

Di Indonesia, sekitar 100 juta orang diperkirakan belum memiliki tabungan pensiun pada 2038. Rendahnya tingkat menabung menjadi salah satu penyebab utama, di mana rata-rata masyarakat hanya menyisihkan sekitar 3 persen pendapatan—jauh di bawah rekomendasi ideal minimal 10 persen.

Head of Market Intelligence Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Boy Suhendry, mengatakan persiapan pensiun tidak cukup hanya dengan menabung, tetapi juga memerlukan strategi yang tepat dan konsisten.

Baca juga: Mau Mudik Lebaran? Ini Tips dari PLN agar Listrik di Rumah Tetap Aman

“Persiapan pensiun bukan sekadar menabung, tetapi memahami strategi sejak dini serta menjalankannya dengan disiplin dan konsisten,” ujar Boy, dalam keterangannya, Kamis, 26 Maret 2026.

Mulai dari Langkah Sederhana

Ia bilang, Bank DBS Indonesia membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan generasi muda untuk mempersiapkan dana pensiun.

Pertama, mulai menabung dan berinvestasi sedini mungkin, meski dengan nominal kecil. Dengan waktu yang panjang, efek compounding atau pertumbuhan berbunga dapat membantu dana berkembang secara signifikan.

Kedua, menghitung kebutuhan pensiun secara menyeluruh. Tidak hanya kebutuhan dasar seperti makan dan tempat tinggal, tetapi juga biaya gaya hidup, kesehatan, hingga aktivitas sosial agar kualitas hidup tetap terjaga.

Baca juga: Jangan Boros! Ini Tips Mengelola THR agar Lebih Bermanfaat

Ketiga, menyusun anggaran bulanan yang realistis. Salah satu metode yang disarankan adalah rasio 50-30-20, yakni 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan serta investasi.

Strategi Investasi dan Evaluasi Berkala

Langkah berikutnya adalah menyusun strategi investasi sesuai fase kehidupan. Milenial umumnya disarankan menyeimbangkan pertumbuhan dan stabilitas, sementara Gen Z dapat memulai dari instrumen berisiko lebih rendah sebelum beralih ke instrumen yang lebih agresif.

Selain itu, pemahaman terhadap siklus ekonomi juga dinilai penting. Strategi investasi perlu dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi pasar dan tujuan keuangan jangka panjang.

Boy menambahkan, instrumen terdiversifikasi seperti reksa dana dapat menjadi pilihan awal karena relatif mudah dan membantu mengelola risiko.

“Dengan perencanaan yang matang dan disiplin dalam menjalankannya, Gen Z dan milenial diharapkan dapat membangun masa pensiun yang aman, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62