Ilustrasi: Aplikasi digibank kini telah rambah 800 ribu pengguna/istimewa
Jakarta – Perkembangan teknologi digital di kalangan milenial saat ini membuat kehadiran aplikasi digital yang cepat, efisien, dan berkelanjutan semakin dibutuhkan. Menjawab kebutuhan ini, Bank DBS Indonesia melalui aplikasi mobile bankingnya, digibank by DBS.
Head of Card Business DBS Indonesia, Ari Lastina mengungkapkan hasil riset digibank Usability Test Finding 2019 mengungkapkan keinginan milenial untuk mengontrol pengeluaran sekaligus mengatur cash flow yang baik agar tetap dapat membayar tagihan dan cicilan tepat waktu. Riset yang sama menegaskan bahwa milenial menginginkan adanya efisiensi, transparansi dan kepastian yang cepat saat mengajukan aplikasi kartu kredit.
“Dalam hal memberikan efisiensi waktu, kami menyempurnakan customer journey dengan proses persetujuan kartu kredit serta limit yang diberikan dalam waktu 60 detik. Untuk membantu mengendalikan pengeluaran, kami menghadirkan layanan monitoring dan pengaturan kartu kredit yang dapat diakses. Selain itu, kami juga mendukung gaya hidup berkelanjutan dengan memfokuskan operasional secara digital yang berdampak tidak langsung dapat mengurangi penggunaan kertas,” jelas Ari Lastina pada keterangannya, seperti dikutip Jumat, 20 Agustus 2021.
Dengan adanya perkembangan fitur kartu kredit yang semakin canggih, milenial dapat meningkatkan efisiensi waktu mereka dan terbantu untuk mengelola keuangan mereka dimana semua dapat di akses secara real-time melalui aplikasi digital. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More