“Kinerja consumer banking kami di 2016 sangat baik, di tengah perekonomian yang menantang. Kami terus mengembangkan program, produk serta memberikan nilai tambah demi memenuhi kebutuhan nasabah,” ujarnya.
Baca juga: DBS Akuisisi Bisnis Wealth Management dan Perbankan Ritel ANZ
Sementara itu, di tahun ini perseroan menargetkan bisnis consumer banking Bank DBS Indonesia dapat tumbuh sebesar 18 persen. Dia menambahkan, wealth management masih menjadi kontribusi terbesar dalam pertumbuhan bisnis consumer banking di 2017.
“Kami memiliki strategi dalam pengembangan produk, menjaha kualitas kredit, peningkatan produktivitas, serta perluasan jalur distribusi,” tutup Wawan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More