Besarnya utang luar negeri korporasi tidak terlepas dari banyaknya kreditor asing yang menawarkan pemberian pinjaman kepada perusahaan-perusahaan di Tanah Air. Mengingat sebelum krisis prospek perekonomian Indonesia dinilai sangat menjanjikan.
“Jadi yang sebenarnya perusahaan belum perlu utang, diambil terus jadi eksposur melebihi yang seharusnya. Berlebihan. Sehingga ketika rupiah jatuh, mengembalikan utang dolar (AS) padahal revenue rupiah itu akan susah sekali,” kisah Sugeng.
Namun demikian, ia meyakini kejadian itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi perekonomian Indonesia. Sehingga, bank sentral saat ini mewajibkan semua korporasi melaporkan utang luar negerinya ke otoritas. Berdasarkan data ini, BI membangun data ULN, yang juga perkembangannya dipublikasikan secara rutin saban bulan. Pengolahan data ULN juga dilakukan dalam rangka pengelolaan cadangan devisa RI. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More
Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More
Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More
Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More
Poin Penting Kemenkop dan BPJS Kesehatan teken MoU untuk perluas layanan kesehatan di desa. Kopdes… Read More