Besarnya utang luar negeri korporasi tidak terlepas dari banyaknya kreditor asing yang menawarkan pemberian pinjaman kepada perusahaan-perusahaan di Tanah Air. Mengingat sebelum krisis prospek perekonomian Indonesia dinilai sangat menjanjikan.
“Jadi yang sebenarnya perusahaan belum perlu utang, diambil terus jadi eksposur melebihi yang seharusnya. Berlebihan. Sehingga ketika rupiah jatuh, mengembalikan utang dolar (AS) padahal revenue rupiah itu akan susah sekali,” kisah Sugeng.
Namun demikian, ia meyakini kejadian itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi perekonomian Indonesia. Sehingga, bank sentral saat ini mewajibkan semua korporasi melaporkan utang luar negerinya ke otoritas. Berdasarkan data ini, BI membangun data ULN, yang juga perkembangannya dipublikasikan secara rutin saban bulan. Pengolahan data ULN juga dilakukan dalam rangka pengelolaan cadangan devisa RI. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More