Kolaborasi; Danamon, BCA dan Rintis. (Foto: Paulus Yoga)
Program Gerakan Nasional Non-Tunai yang diusung pemerintah coba didukung BCA, Danamon dan Rintis melalui pengembangan kartu Flazz. Paulus Yoga
Jakarta–PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Rintis Sejahtera (Rintis) menjalin kerja sama penggunaan kartu prabayar Flazz pengembangan infrastruktur pendukungnya.
Kemitraan antara Danamon dan BCA mencakup penerbitan kartu prabayar multiguna BCA Flazz oleh Danamon. Sedangkan kemitraan antara Danamon dan Rintis meliputi pengembangan infrastruktur pengisian ulang saldo kartu Flazz melalui jaringan Danamon.
“Melalui kemitraan ini, nasabah Danamon dapat menerima manfaat dari cepatnya dan mudahnya bertransaksi dengan uang elektronik,” ucap Direktur Utama Danamon, Sng Seow Wah di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2015.
Kerja sama ini dinilai sebagai wujud komitmen perbankan dalam mendukung Program Gerakan Nasional Non-Tunai atau GNNT untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan instrumen pembayaran nontunai.
“Dengan menggunakan Flazz, nasabah Bank Danamon dapat melakukan transakksi pembayaran dengan lebih praktis, efisien dan aman,” sambung Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.
Ia menambahkan, selainn itu dengan kartu Flazz Danamon, nasabah dapat bertransaksi di seluruh merchant Flazz dan diikutsertakan dalam beragam program dan penawaran menarik yang diselenggarakan oleh Flazz.
Sementara Presiden Direktur Rintis, Iwan Setiawan mengatakan, kerja sama ini merepresentasikan kerja sama strategis bagi seluruh pihak, terutama Rintis sebagai perusahaan switching lokal untuk mendukung kebijakan Bank Indonesia. Kebijakan tersebut terkait pengembangan sistem pembayaran yang efisien melalui transaksi uang elektronik.
“Sebagai penyedia infrastruktur, kami berkomitmen penuh untuk menyediakan jaringan yang handal dan terpercaya, demi kemudahan nasabah dalam bertransaksi dan melakukan top up atau pengisian uang elektronik,” tutur Iwan. (*)
@bangbulus
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More
View Comments
Awalnya hanya kerjasama, lama-lama di akuisisi juga nih
Kabar baik nih untuk nasabah bank danamon
Persaingan di bisnis Non-Tunai akan semakin ketat flazz sudah melebarkan sayapnya ngga lama lagi e-money,BRIzzi,TapcasBNI akan mengikuti.
Mantap pak, gadeng terus bank-bank lain yang belum memiliki kartu non-tunai.