Moneter dan Fiskal

Dana Pemda ‘Nganggur’ di Bank Capai Rp233,11 Triliun, Kemenkeu Dorong Percepatan Belanja

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat terdapat dana pemerintah daerah (Pemda) ‘nganggur’ yang tersimpan di perbankan mencapai Rp233,11 triliun per Agustus 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp192,57 triliun.

“Transfernya tetap tinggi, belanjanya agak perlambatan sehingga dana Pemda di perbankan terjadi peningkatan. Per akhir Agustus kita melihat dana Pemda yang ada di perbankan itu Rp233,11 triliun,” ujar Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin, 22 September 2025.

Suahasil menilai, perlambatan belanja oleh Pemda tersebut disebabkan oleh adanya faktor pergantian kepemimpinan daerah, serta efisiensi anggaran melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025.

“Di tahun 2025 ini ada pergantian kepemimpinan daerah Bupati, Walikota, Gubernur, Kepala Daerah yang baru bisa jadi ini ada perlambatan karena pergantian kepemimpinan juga ada perlambatan karena kebijakan pencadangan yang kita keluarkan lewat Inpres 1 2025,” ujar Suahasil.

Baca juga: Realisasi Anggaran MBG Baru Capai Rp13 Triliun per Awal September 2025

Meski demikian, Suahasil menyatakan, transfer ke daerah (TKD) telah direalisasikan sebesar Rp571,5 triliun atau 62,1 persen dari pagu APBN 2025, naik 1,7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp562,1 triliun.

Dia merinci, belanja pegawai hingga Agustus 2025 turun 1,5 persen atau sebesar Rp281 triliun dibanding tahun lalu yang senilai Rp285,2 triliun.

Baca juga: Penerimaan Pajak Turun 5,1 Persen per Agustus 2025 Hanya Capai Rp1.135,4 Triliun

Kemudian, belanja barang dan jasa turun 10,6 persen atau Rp170,1 triliun dari tahun sebelumnya Rp190,2 triliun pada periode sama.

Lalu, belanja modal turun 32,6 persen jadi Rp44,9 triliun dibandingkan tahun lalu Rp66,5 triliun dan belanja lainnya turun 30,7 persen atau Rp128,4 triliun, dibanding Rp185,3 triliun di tahun lalu.

“Karena itu kita berharap bahwa pemerintah daerah akan belanja lebih cepat di dalam sisa waktu tiga bulan ke depan. Jadi kita berharap bahwa daerah akan terus mendorong akselerasi belanja agar APBD mampu memberikan stimulus bagi perekonomian di daerah, bersama-sama APBN,” tandasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

35 mins ago

Pemerintah Belum Siapkan Perppu Defisit APBN, Menkeu Purbaya: Anggaran Masih Aman

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More

4 hours ago

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

4 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

4 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

4 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

5 hours ago