Poin Penting
- Dana kelolaan DPLK Syariah Muamalat mencapai Rp1,9 triliun pada 2025, tumbuh 12 persen yoy, dengan total peserta lebih dari 125 ribu.
- Kemitraan perusahaan naik menjadi 917 perusahaan pada 2025, bertambah 92 kerja sama baru.
- Imbal hasil investasi meningkat menjadi 7,72 persen pada 2025, didukung optimalisasi investasi dan digitalisasi layanan.
Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperkuat layanan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat sejalan dengan misi bank syariah pertama di Indonesia ini untuk menjadi penyedia layanan dana pensiun syariah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Executive Director DPLK Syariah Muamalat, Aznovri Kurniawan mengungkapkan pada 2025, Bank Muamalat dipercaya mengelola lebih dari Rp1,9 triliun dana kelolaan atau tumbuh 12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan dana kelolaan tersebut salah satunya ditopang oleh meningkatnya jumlah peserta DPLK Syariah Muamalat sebesar lebih dari 13 ribu peserta individu baru. Pencapaian ini mendorong total peserta individu naik lebih dari 125 ribu peserta.
“Capaian ini berada di atas pertumbuhan industri dan sejalan dengan misi DPLK Syariah Muamalat menjadi penyedia utama layanan dana pensiun syariah bagi seluruh lapisan masyarakat dan penggiat literasi keuangan syariah di Tanah Air,” ungkap Aznovri, Senin, 9 Maret 2026.
Baca juga: Begini Strategi Bank Muamalat Genjot Tabungan Haji
Ia menambahkan jumlah kemitraan dengan perusahaan juga ikut terkerek naik dari 825 perusahaan per 2024 menjadi 917 perusahaan per 2025 atau tumbuh 11 persen. Pertumbuhan jumlah peserta yang signifikan mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan pensiun yang berkah dan sejahtera melalui investasi pensiun secara syariah di DPLK Syariah Muamalat.
“DPLK Syariah Muamalat menambah kerja sama baru dengan 92 perusahaan hingga akhir 2025. Penambahan tersebut merupakan yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.
Sementara itu, kinerja rasio keuangan Bank Muamalat juga menunjukkan peningkatan. Rasio return on asset (RoA) naik menjadi 6,44 persen pada 2025 dari 5,38 persen pada 2024. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO juga semakin baik, menjadi 16,28 persen pada 2025 dibandingkan akhir 2024 yang sebesar 18,35 persen.
Dari sisi manfaat bagi peserta, imbal hasil investasi DPLK Syariah Muamalat juga meningkat menjadi 7,72 persen pada 2025 dari 6,76 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Patut disyukuri, semua paket investasi DPLK Syariah Muamalat selama 2025 memberikan imbal hasil lebih dari 7 persen, baik paket investasi yang berisiko rendah, sedang, maupun tinggi,” katanya.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan keberhasilan salah satu strategi DPLK Syariah Muamalat yang berfokus pada optimalisasi pengelolaan investasi. Aznovri menyebut DPLK Syariah Muamalat menjalankan strategi tiga pilar peningkatan bisnis pada tahun ini, yaitu pertumbuhan bisnis yang solid, optimalisasi investasi, dan tata kelola yang baik dengan peningkatan layanan dan digitalisasi.
Dalam implementasinya, DPLK Syariah Muamalat memaksimalkan pelayanan melalui jaringan kantor cabang Bank Muamalat maupun menggandeng langsung mitra strategis.
Peserta kini semakin mudah dalam mengakses informasi saldo, transaksi, dan pembukaan rekening baru lewat aplikasi mobile banking Muamalat DIN.
Baca juga: Bank Muamalat Ajak Nasabah Berinvestasi Sekaligus Beramal
Digitalisasi ini mampu memperluas jangkauan dan memperkuat layanan bagi peserta secara mandiri, kapan saja dan dimana saja. Selain itu, akses juga dapat dilakukan melalui website DPLK Syariah Muamalat.
“Adapun bagi peserta yang ingin melakukan klaim manfaat pensiun, prosesnya dapat dilakukan melalui seluruh kantor cabang Bank Muamalat di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (*) Ayu Utami










