Ilustrasi: Pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Aliran dana investor asing terlihat kembali masuk ke Indonesia yang tercermin dari net foreign buy pada perdagangan Selasa, 10 Juni 2025 yang tercatat senilai Rp1,01 triliun. Jika dikalkulasi secara year to date (ytd), net foreign buy telah mencapai Rp32,32 triliun.
Para investor asing mayoritas memborong saham-saham dari sektor bahan baku, perbankan, hingga teknologi.
Baca juga: BTPN Syariah Mau Buyback Saham, Segini Dana yang Disiapkan
Berdasarkan data Philip Sekuritas Indonesia, ada lima saham yang paling banyak diborong investor asing. Berikut rinciannya:
Aksi net foreign sell ini sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan kemarin (10/6) yang ditutup melesat ke posisi 7.230,74 dari dibuka pada level 7.113,43 atau meningkat 1,65 persen.
Lalu, berdasarkan statistik RTI Business mencatat sebanyak 261 saham terkoreksi, 352 saham menguat, dan 195 tetap tidak berubah.
Baca juga: RUPS Erajaya Swasembada (ERAA) Sepakat Tebar Dividen Rp19 per Saham
Sebanyak 29,14 miliar saham diperdagangkan dengan 1,52 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp17,88 triliun.
Adapun, indeks dalam negeri kompak menguat, dengan IDX30 naik 1,42 persen menjadi 423,06, Sri-Kehati meningkat 1,07 persen menjadi 372,31, LQ45 menguat 1,38 persen menjadi 812,80, dan JII naik 1,39 persen menjadi 507,04. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More