Market Update

Daftar Saham Top Laggards dalam Sepekan, Ada BREN, BUMI hingga MORA

Poin Penting

  • IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring kapitalisasi pasar BEI turun 7,37 persen menjadi Rp15.046 triliun
  • Lima saham top laggards yang paling menekan IHSG yakni IMPC, BREN, BUMI, BRMS, dan MORA, dengan kontribusi pelemahan terbesar berasal dari IMPC dan BREN
  • Aktivitas transaksi cenderung meningkat, ditandai naiknya nilai dan frekuensi transaksi harian, meski volume transaksi menurun dan asing masih mencatatkan net sell Rp1,53 triliun pada Jumat (30/1).

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini periode 26-30 Januari 2026 mengalami pelemahan 6,94 persen. Alhasil, IHSG ditutup melemah ke level 8.329,60, dari posisi 8.951,01 pada pekan lalu.

Berdasarkan hal itu, kapitalisasi pasar BEI turut mengalami penurunan 7,37 persen menjadi Rp15.046 triliun dari Rp16.244 triliun pada sepekan sebelumnya. 

Dengan pergerakan tersebut, BEI telah merangkum lima saham yang menjadi top laggards atau saham yang mendorong pelemahan gerak IHSG di pekan ini, antara lain:

  1. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menyumbang penurunan tertinggi sebesar 28,86 poin ke IHSG, dengan harga saham yang melemah 32,58 persen
  2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang sebanyak 28,69 poin ke pelemahan IHSG, dengan harga saham yang turun 8,33 persen
  3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang penurunan sebanyak 26,48 poin ke IHSG, dengan harga saham yang merosot 28,33 persen
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) menyumbang pelemahan sebanyak 25,39 poin ke IHSG, dengan harga saham yang turun 13,6 persen
  5. PT Mora Telematika Indonesiq Tbk (MORA) memberikan 24,75 poin ke penurunan IHSG dan harga sahamnya melemah sebanyak 20,44 persen.
Baca juga: Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak
Baca juga: Pesan Khusus Prabowo ke Investor Pasar Modal usai IHSG Babak Belur

Selanjutnya, data volume transaksi harian bursa pada pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham, dari 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Meski demikian, rata-rata nilai transaksi harian BEI terjadi peningkatan 29,28 persen menjadi Rp43,76 triliun dari Rp33,85 triliun pada pekan sebelumnya. 

Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian juga meningkat 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali transaksi dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu. 

Adapun investor asing Jumat lalu (30/1) mencatatkan nilai jual bersih Rp1,53 triliun dan sepanjang tahun 2026 berjalan tercatat nilai jual bersih Rp9,88 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

PWI Pusat Bakal Terima Hadiah Patung Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko dari Blora

Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More

55 mins ago

DPR Pastikan Pengganti Pimpinan OJK-BEI Bebas Afiliasi Danantara dan BUMN

Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More

1 hour ago

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

13 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

13 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

13 hours ago

Penjualan Listrik PLN Capai 317,69 TWh di 2025, Didominasi Sektor Rumah Tangga

Poin Penting Sepanjang 2025, penjualan listrik mencapai 317,69 TWh, naik 3,75 persen yoy, seiring meningkatnya… Read More

14 hours ago