Poin Penting
- IHSG melemah 0,44 persen ke level 8.235,48 pada pekan 23–27 Februari 2026, diikuti penurunan kapitalisasi pasar menjadi Rp14.787 triliun
- Sejumlah saham menjadi pemberat pergerakan IHSG, di tengah pelemahan indeks sepanjang pekan
- Investor asing masih mencatat net sell Rp694,22 miliar (27/2) dan Rp9,51 triliun secara year-to-date 2026.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan periode 23–27 Februari 2026. IHSG tercatat turun 0,44 persen dan ditutup di level 8.235,48, dari posisi 8.271,76 pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan pelemahan tersebut, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penurunan sebesar 1,03 persen menjadi Rp14.787 triliun, dibandingkan Rp14.941 triliun pada pekan lalu.
Baca juga: IHSG Sepekan Turun 0,44 Persen, Kapitalisasi Bursa Jadi Rp14.787 Triliun
BEI mencatat terdapat lima saham yang menjadi top laggards atau saham yang memicu penurunan gerak IHSG di pekan ini, antara lain:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memberikan 28,58 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 9,28 persen
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 13,44 poin ke IHSG, dengan kenaikan harga saham 8,49 persen
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) memberikan 9,49 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 15,54 persen
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang kenaikan IHSG 9,35 poin, dengan harga saham yang menguat 12,24 persen
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) memberikan 7,58 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 3,16 persen.
Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat mengalami perubahan sebesar 3,72 persen menjadi 2,95 juta kali transaksi, dari 3,06 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Namun demikian, rata-rata nilai transaksi harian justru mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 25,35 persen menjadi Rp29,52 triliun, dibandingkan Rp23,89 triliun pada pekan lalu.
Baca juga: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Picu Volatilitas IHSG, Analis Ingatkan Hal Ini ke Investor
Rata-rata volume transaksi harian juga meningkat 8,55 persen menjadi 51,02 miliar lembar saham, dari 47 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, investor asing pada Jumat (27/2) mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp694,22 miliar. Secara kumulatif sepanjang tahun 2026 berjalan, investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp9,51 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama










