Ilustrasi: SPBU Shell/istimewa
Jakarta – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell, Vivo, dan BP melakukan penyesuaian per Senin, 1 September 2025. Mayoritas harga di SPBU swasta tersebut kompak naik.
Harga BBM Shell V-Power kini dipatok Rp13.140/liter. Harga itu naik dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai Rp13.050/liter.
Lalu, Shell V-Power Nitro+ naik menjadi Rp13.300/liter, dari Rp13.230/liter. Sebaliknya, harga Shell V-Power Diesel turun dari Rp14.380 menjadi Rp14.130/liter per 1 September. Sementara, harga Shell Super tetap dipatok Rp12.580/liter.
Baca juga : Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Dinilai Tak Signifikan Picu Inflasi
Sama seperti Shell, harga BBM di SPBU BP juga kompak naik. Rincianya, harga BP Ultimate dipatok Rp13.120, naik dari Rp13.050 per liter.
Selanjutnya, harga BP 92 naik dari Rp12.550 per liter jadi Rp12.610 per liter. Namun, harga BP Ultimate Diesel turun dari Rp14.380 menjadi Rp14.140 per liter.
Tak ketinggalan, harga BBM di SPBU Vivo juga naik. Di mana, harga Revvo 90 naik dari Rp12.490 menjadi Rp12.530/liter. Revvo 92 naik dari Rp12.580/liter menjadi Rp12.610/liter. Kemudian, Revvo 95 naik dari Rp13.050/per liter menjadi Rp13.140/liter.
Baca juga : Pengamat Energi Soroti Penetapan Vendor BBM sebagai Tersangka, Ini Alasannya
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More