Logo Citi Group/Istimewa
Jakarta – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menerpa sektor perbankan. Terbaru, Citigroup akan mengumumkan pemangkasan terhadap karyawannya pada November 2023 mendatang.
Dinukil Reuters, Jumat (6/10), informasi PHK massal tersebut berasal dari memo yang dikirimkan Kepala HRD Citigroup (C.N) Sara Wecter kepada karyawan.
Baca juga: Proses Akuisisi Consumer Banking Citibank Oleh UOB Tinggal Selangkah Lagi
Dalam keterangannya, ia menyebut secara terang-terangan adanya peran baru yang mungkin akan diciptakan serta peran yang tidak sesuai dengan struktur baru perusahaan akan dihilangkan.
“Adanya lapisan perubahan selanjutnnya ini dijadwalkan akan segera diumumkan pada bulan November,” ungkap Sara.
Ia mengatakan, karyawan yang pekerjaannya diberhentikan bisa saja memenuhi syarat untuk melamar posisi lain. Adapun, perusahaan akan menawarkan pesangon dan periode pemberitahuan apabila memenuhi syarat.
Saat dikonfirmasi kabar PHK, para pemimpin bank di Citigroup mengatakan, pemangkasan tersebut fokus kepada fungsi pekerjaan dan geografi tetapi tidak memberi keterangan lebih rinci.
Baca juga: Bisnis Anjlok, Citigroup Kembali PHK Massal Karyawan di London
Citigroup sendiri diketahui, telah mengadakan pertemuan dengan para direktur pelaksana pada hari Rabu (4/10). Para eksekutif membahas berbagai langkah yang diuraikan dalam memo Wechter.
Diketahui, per akhir kuartal II/2023, Citi memiliki 240.000 karyawan. Apabila dibandingkan dengan bank lain seperti Bank of America, hanya mempunyai jumlah karyawan sekitar 216.000 dan Wells Fargo sebesar 234.000.
Adapun, Citigroup melaporkan pada kuartal II/2023, laba bersih perusahaan turun 36 persen menjadi US$2,92 miliar, yang melampaui proyeksi para analis. (*)
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan daftar tarif dasar dan bea… Read More
Jakarta - Pemerintah Indonesia segera menyiapkan langkah strategis untuk merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan… Read More
Jakarta – Kadin Indonesia meminta pemerintah untuk melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS), usai Donald Trump… Read More
Jakarta – Pengenaan tarif impor sebesar 32 persen dari Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia menjadi… Read More
Jakarta – Bank DKI memberikan penjelasan terkait kendala trandaksi yang dialami nasabahnya. Dalam keterangan tertulisnya,… Read More
Jakarta – Usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal pada Rabu (2/4)… Read More