Perbankan

Citibank Indonesia Incar Pertumbuhan Kredit Hingga 5% di 2022

Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) Citibank Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan, pihaknya mentargetkan pertumbuhan kredit hingga 5% di tahun 2022. Target pertumbuhan kredit ini berasal dari berbagai macam segmen kredit. Optimisme Citibank terkait pertumbuhan penyaluran kredit di tahun ini dilandaskan pada kondisi perekonomian yang sudah mulai pulih dari pandemi Covid-19.

“Kita mentargetkan pertumbuhan kredit sekitar 5% di tahun ini. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK), kita targetkan pertumbuhan sekitar 5% sampai 10%. Dan kita melihat beberapa segmen penyaluran kredit itu cukup menjanjikan ya. Kita melihat dari Januari sudah ada beberapa, apakah itu di sektor komoditas, apakah itu di sektor manufaktur, dan juga di consumer goods. Jadi cukup variable,” ujar Batara dalam Infobank CEO Sharing di Shangri-La, dikutip 9 April 2022.

Dengan demikian, ia mengatakan, hal ini menandakan sudah ada capital expenditure (capex) yang telah direalisasikan. Capex yang terealisasi juga kemudian tidak hanya terkuras untuk refinancing atau restructuring kredit seperti pada tahun sebelumnya. “Jadi kita melihat ini sebagai suatu kebutuhan yang genuine untuk capex build-up dari pada beberapa nasabah kami. Jadi, sektornya itu tidak terfokus pada satu saja, tetapi kita melihat cukup diversified,” tambahnya.

Citibank Indonesia yang pada Kamis, 7 April 2022 kemarin baru saja membawa pulang empat penghargaan sebagai peringkat pertama dari 11th Infobank Digital Brand Award 2022 untuk kategori corporate brand, kartu kredit, kartu debet, dan Citigold Indonesia ini, juga telah merencanakan skema inovasi digital yang baru bagi layanan nasabahnya.

“Jadi kita lihat bahwa inovasi-inovasi ini akan menunjang sistem BI Fast. Kita baru terhubung di BI Fast dalam bentuk institutional banking, berarti kita bisa mengakomodasikan beragam layanan, apakah itu untuk payment atau collection di institutional banking. Hal ini otomatis membuat sistem yang ada menjadi lebih efisien dan produktif lagi. Dan kita berharap melalui ini, ada perubahan behavior juga, sehingga transaksi itu lebih cepat, lebih murah, lebih produktif untuk membuat recovery ekonomi nasional lebih cepat terwujud,” jelas Batara. (*) Steven Widjaja

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Kabar Baik untuk Guru Honorer, Insentif Naik dan Tunjangan Non-ASN Tembus Rp2 Juta

Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More

7 mins ago

Industri BPD Didorong Adopsi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Digital

Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More

1 hour ago

PLN Beri Diskon 50 Persen Tambah Daya Lewat PLN Mobile Selama Ramadan 2026

Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More

2 hours ago

DPK BTN Pontianak Tumbuh 11,8 Persen di 2025, FUM Naik 18 Persen YoY

Poin Penting DPK BTN Pontianak tumbuh 11,8% menjadi Rp444 miliar pada 2025, didorong peningkatan dana… Read More

2 hours ago

Dies Natalis ke-57, Perbanas Institute Tegaskan Komitmen Transformasi dan Inovasi Akademik

Poin Penting Perbanas Institute menegaskan komitmen transformasi dan inovasi akademik di usia ke-57 tahun untuk… Read More

2 hours ago

BCA Siapkan Uang Tunai Rp65,7 Triliun Selama Lebaran 2026

Poin Penting BCA menyiapkan Rp65,7 triliun uang tunai untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah selama Ramadan… Read More

4 hours ago