Citibank Indonesia Incar Pertumbuhan Kredit Hingga 5% di 2022

Citibank Indonesia Incar Pertumbuhan Kredit Hingga 5% di 2022

Citibank Indonesia Incar Pertumbuhan Kredit Hingga 5% di 2022
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) Citibank Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan, pihaknya mentargetkan pertumbuhan kredit hingga 5% di tahun 2022. Target pertumbuhan kredit ini berasal dari berbagai macam segmen kredit. Optimisme Citibank terkait pertumbuhan penyaluran kredit di tahun ini dilandaskan pada kondisi perekonomian yang sudah mulai pulih dari pandemi Covid-19.

“Kita mentargetkan pertumbuhan kredit sekitar 5% di tahun ini. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK), kita targetkan pertumbuhan sekitar 5% sampai 10%. Dan kita melihat beberapa segmen penyaluran kredit itu cukup menjanjikan ya. Kita melihat dari Januari sudah ada beberapa, apakah itu di sektor komoditas, apakah itu di sektor manufaktur, dan juga di consumer goods. Jadi cukup variable,” ujar Batara dalam Infobank CEO Sharing di Shangri-La, dikutip 9 April 2022.

Dengan demikian, ia mengatakan, hal ini menandakan sudah ada capital expenditure (capex) yang telah direalisasikan. Capex yang terealisasi juga kemudian tidak hanya terkuras untuk refinancing atau restructuring kredit seperti pada tahun sebelumnya. “Jadi kita melihat ini sebagai suatu kebutuhan yang genuine untuk capex build-up dari pada beberapa nasabah kami. Jadi, sektornya itu tidak terfokus pada satu saja, tetapi kita melihat cukup diversified,” tambahnya.

Citibank Indonesia yang pada Kamis, 7 April 2022 kemarin baru saja membawa pulang empat penghargaan sebagai peringkat pertama dari 11th Infobank Digital Brand Award 2022 untuk kategori corporate brand, kartu kredit, kartu debet, dan Citigold Indonesia ini, juga telah merencanakan skema inovasi digital yang baru bagi layanan nasabahnya.

“Jadi kita lihat bahwa inovasi-inovasi ini akan menunjang sistem BI Fast. Kita baru terhubung di BI Fast dalam bentuk institutional banking, berarti kita bisa mengakomodasikan beragam layanan, apakah itu untuk payment atau collection di institutional banking. Hal ini otomatis membuat sistem yang ada menjadi lebih efisien dan produktif lagi. Dan kita berharap melalui ini, ada perubahan behavior juga, sehingga transaksi itu lebih cepat, lebih murah, lebih produktif untuk membuat recovery ekonomi nasional lebih cepat terwujud,” jelas Batara. (*) Steven Widjaja

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]