Jakarta – Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) menyatakan akan melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) memasuki paruh kedua 2025.
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, menyampaikan hal itu usai Konferensi Pers Kinerja Keuangan di Jakarta, Selasa, 19 Agustus 2025.
“Terkait dengan RBB, apakah akan ada penyesuaian? Ya, akan ada penyesuaian karena kami sudah memasukkan RBB revisi daripada RBB yang sesuai dengan kinerja kami di kuartal I dan kuartal II,” ujar Batara.
Baca juga: Bos Citi Indonesia Ungkap Biang Kerok Penurunan Kredit Kuartal II 2025
Meski begitu, ia tidak merinci poin-poin perubahan dalam revisi RBB tersebut. Menurutnya, kinerja Citi Indonesia pada semester I 2025 masih dipengaruhi sejumlah ketidakpastian.
“Jadi umpamanya untuk kuartal pertama itu ada global volatility, kemudian untuk kuartal kedua itu ya namanya liberation day kan 1 April atau 2 April itu. Sehingga banyak wait and see,” imbuhnya.
Pada kuartal II 2025, Citi Indonesia mencatat penyaluran kredit turun 13,36 persen menjadi Rp27,67 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp31,93 triliun.
Meski kredit turun, perseroan tetap berhasil membukukan laba bersih lebih dari Rp1,33 triliun, naik tipis 1,14 persen dari Rp1,31 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,33 Triliun di Semester I 2025
Adapun pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih secara year on year (yoy) sebesar 11 persen dan rasio low-cost fund yang meningkat menjadi 75 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More