Poin Penting
- Citi Indonesia mencatat laba bersih Rp2,8 triliun pada 2025, naik 10 persen yoy, ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih 7 persen dan efisiensi operasional
- Kinerja didorong strategi fokus pada tiga lini utama—banking, markets, dan services—dengan profitabilitas solid (ROE 14,4 persen dan ROA 3,8 persen)
- Sepanjang 2025, Citi aktif dalam pembiayaan dan transaksi besar, termasuk pinjaman ke Sinar Mas Agro Resources and Technology dan Tower Bersama Infrastructure.
Jakarta – Citi Indonesia membukukan laba bersih Rp2,8 triliun pada 2025. Realisasi laba tersebut naik 10 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Peningkatan laba Citi Indonesia tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 7 persen serta beban operasional yang efisien dan stabil.
CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi menjelaskan, pencapaian kinerja sepanjang 2025 didorong oleh strategi yang terfokus pada ketiga lini bisnis inti, yaitu banking, markets, dan services.
“Kami menjalankan eksekusi secara disiplin dengan memprioritaskan berbagai inisiatif strategis,” jelas Batara dalam konferensi pers di Jakarta, 30 April 2026.
Dengan hasil kinerja positif tersebut, kata Batara, Citi Indonesia membukukan return on equity (ROE) sebesar 14,4 persen dan return on assets (ROA) 3,8 persen. Adapun rasio liquidity coverage (LCR) dan rasio net stable funding (NSFR) Citi Indonesia pun tetap kuat.
Baca juga: Bos Citi Indonesia Optimistis Permintaan Kredit Pulih pada 2026
“Masing-masing di level 264 persen (LCR) dan 168 persen (NSFR). Ini di atas ketentuan minimum regulator,” lanjut Batara.
Sedangkan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dilaporkan sebesar 38,5 persen.
Sepanjang 2025, bisnis banking Citi Indonesia mencatat kinerja positif. Pun demikian dengan Bisnis Banking dan Services di Citi Indonesia juga mencatat pencapaian penting pada 2025.
Pada 2025, Citi Indonesia melaporkan telah menyalurkan fasilitas pinjaman perdagangan bilateral bergulir USD30 juta kepada PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk.
Selanjutnya, Citi Indonesia menyuntik pinjaman modal kerja bilateral bergulir Rp1 triliun kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk.
Sementara melalui jaringan globalnya, Citi Indonesia bertindak sebagai Joint Lead Manager dan Bookrunner dalam Penerbitan Obligasi Global Perdana USD1 miliar untuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE).
Selain itu, Citi Indonesia bertindak sebagai Konsultan Keuangan Eksklusif bagi XL Axiata dalam Merger Strategis dengan Smartfren untuk membentuk PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart).
Baca juga: Ekonom Citi: Tambahan Dana SAL Rp76 Triliun Perluas Penyaluran Kredit
Sepanjang 2025, lini bisnis Treasury and Trade Solutions (TTS) juga mencatatkan pertumbuhan 3 persen dan pemasok yang terdaftar ke dalam program tumbuh 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki jaringan luas bisnis lokal berskala kecil, solusi digital TTS dapat menunjang Citi untuk memperluas cakupan layanan ini ke seluruh pemasok dalam negeri,” tutup Batara. (*)




