Poin Penting
- Citi Indonesia memproyeksikan penyaluran kredit sekitar Rp5 triliun pada semester II 2026, dengan sekitar 60 persen berasal dari segmen korporasi lokal
- Citi Indonesia membidik pertumbuhan kredit dan DPK high single digit, dengan peluang pembiayaan dari sektor korporasi multinasional, perbankan, perdagangan, dan data center
- Semester I 2026, kredit Citi Indonesia tumbuh 8,05 persen menjadi Rp29,90 triliun, sementara DPK naik 23,29 persen menjadi Rp72,55 triliun.
Jakarta – Citibank Indonesia (Citi Indonesia) optimistis dapat melanjutkan tren pertumbuhan kredit pada semester II 2026. Perseroan memproyeksikan penyaluran kredit baru sekitar Rp5 triliun hingga akhir tahun.
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, pipeline kredit Citi Indonesia masih cukup kuat. Mayoritas pipeline tersebut berasal dari segmen korporasi lokal.
“Pipeline kami itu cukup strong. Untuk kredit yang masih ada mungkin sekitar Rp5 triliun untuk semester kedua. Dan kebanyakan itu di local corporate, itu mungkin sekitar 60 persen daripada pipeline tersebut,” jelas Batara dalam konferensi pers pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca juga: Kinerja Intermediasi Solid, Citi Indonesia Raup Laba Rp993,89 Miliar di Juni 2026
Selain korporasi lokal, Citi Indonesia membidik penyaluran kredit ke sejumlah segmen lain, seperti korporasi multinasional, perbankan, hingga pembiayaan perdagangan.
“Kemudian multinational business, commercial bank, dan juga tadi ada tanya juga ada juga opportunity di trade room mungkin sekitar Rp1 triliun,” sebut Batara.
Menurut Batara, sektor data center juga menjadi salah satu sektor yang berpotensi tumbuh di Indonesia. Citi Indonesia pun telah menyalurkan pembiayaan ke sektor tersebut, meski perseroan tidak mengungkapkan nilai pembiayaannya.
Sejalan dengan prospek tersebut, Citi Indonesia telah mengajukan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan target pertumbuhan intermediasi yang mendekati 10 persen.
“RBB sudah di-submit di akhir bulan Mei. Kami ada revisi pada bulan Juni. Mungkin kredit dan juga DPK itu akan (tumbuh) high single digit,” tukasnya.
Baca juga: BI Catat Kredit ‘Nganggur’ Tembus Rp2.548 Triliun di Juli 2026
Kinerja Citi Indonesia Semester I 2026
Sebelumnya, Citi Indonesia membukukan kinerja positif pada semester I 2026. Kredit tumbuh 8,05 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp29,90 triliun. Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan NPL-Net sebesar 0,19 persen.
Pertumbuhan lebih tinggi dicatatkan pada dana pihak ketiga (DPK), yang melonjak 23,29 persen menjadi Rp72,55 triliun. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan giro sebesar 36,54 persen menjadi Rp60,39 triliun.
Dari sisi permodalan, Citi Indonesia tetap berada dalam posisi kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 31,43%. Sementara itu, Cost to Income Ratio (CIR) tercatat 51,17 persen dan BOPO sebesar 60,01%.
Meski demikian, laba bersih Citi Indonesia pada semester I 2026 tercatat Rp993,89 miliar. Angka tersebut turun 25,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,33 triliun. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


