Jakarta – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menganggarkan capital expenditure (capex) atau belanja modal untuk tahun 2022 sebesar Rp2,5 triliun. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan belanja modal di 2021 yang mencapai Rp3,1 triliun.
Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy mengungkapkan, mayoritas atau 50% dari belanja modal akan dialokasikan untuk segmen bisnis makanan olahan. Ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk memperkuat lini bisnis perusahaan di segmen ini.
“Kenapa 50% untuk food karena saat ini baik kapasitas feedmill (pakan ternak) kita maupun kapasitas perunggasan relatif masih aman. Yang harus kita kejar sekarang adalah kapasitas untuk pemotongan ayam dan pemrosesan makanan siap saji,” ungkapnya dalam public expose, Senin 23 Mei 2021.
Sementara itu, sisa capex akan dibagi ke beberapa lini usaha lainnya. Di mana, 30% capex akan diserap oleh segmen bisnis pakan ternak (feedmill) dan 20% untuk peternakan unggas.
“Sebagian besar adalah itu maintenance capex yang memang setiap tahun harus kita lakukan maintenance agar kondisi pabrik, kondisi alat produksi kita dalam keadaan Prima,” ungkapnya.
Sejauh ini PT Charoen Pokphand Indonesia memiliki sembilan pabrik pakan ternak yang terletak di Balaraja, Lampung, Medan, Cirebon, Semarang, Sidoarjo dan Makassar. Sementara untuk pabrik makanan olahan hingga saat ini kami memiliki 10 unit yang berlokasi di Cikande Medan Salatiga Surabaya Mojokerto Bandung dan Bali. (*) Dicky F.
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More