Jakarta – DBS Group CEO Piyush Gupta meminta maaf akan gangguan layanan digitalnya yang terjadi minggu lalu, selama dua hari berturut-turut. Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh pada proses bisnis banknya.
“Pada kesempatan ini, saya memohon maaf sebesar-besarnya. Nasabah berhak untuk menuntut lebih dan saya merasakan kesulitan mereka,” ujarnya seperti dikutip dari channelnewsasia, 3 Desember 2021.
Piyush menjelaskan, gangguan yang terjadi pada minggu lalu, disebabkan oleh server akses kontrol perbankan. Server tersebut merupakan “halaman depan” dari layanan bank digitalnya.
Gangguan tersebut menyebabkan sebagian besar nasabah tidak bisa mengakses layanan perbankannya dan menghambat transaksi digital nasabah.
Meskipun demikian, DBS menjamin gangguan pada halaman depan digital bankingnya tidak mempengaruhi uang dan simpanan nasabah. Piyush juga menepis tudingan serangan siber yang ditenggarai menjadi penyebab gangguan layanan.
“Kabar baiknya adalah semua yang berada dibalik “halaman depan” tersebut tetap aman. Bahkan jika anda datang ke cabang, atau menelepon kami, semua transaksi bisa dilakukan,” jelasnya.
Sebelumnya, Bank Sentral Singapura, The Monetary Authority of Singapore sudah memberikan teguran keras pada DBS Group. Bank sentral mengungkapkan akan segera melakukan tindakan supervisi terkait dengan gangguan layanan digital pada Bank DBS Singapura. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More