Menteri Koperasi (MenKop) Budi Arie Setiadi memaparkan 12 program prioritas
Jakarta – Ekonom asal Sulawesi Selatan, Dr. Bahtiar Maddatuang, memberikan tanggapan terkait hasil survei yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS), yang menyebutkan 100 hari kinerja Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, mendapat penilaian buruk.
Dalam riset yang telah dipublikasikan oleh Celios tersebut, datanya diperoleh dengan dilakukan tanya jawab kepada responden yang merupakan para jurnalis. Hasilnya, menempatkan Budi Ari berada di bawah Menteri HAM Natalius Pigai dengan penilaian menteri dengan kinerja buruk.
Dr Bahtiar menilai bahwa seharusnya Menteri Koperasi Budi Arie diapresiasi karena memiliki kinerja bagus dalam 100 hari kerjanya.
“Khusus Pak Menteri Koperasi menurut pengamatan dan penilitian kami harusnya menjadi menteri yang berkinerja”, katanya, dikutip Rabu, 22 Januari 2025.
Sebagai seorang ekonom, Dr Bahtiar mengatakan bahwa Budi Arie memiliki gagasan yang brilian soal arah dan pemberdayaan koperasi Indonesia ke depan.
Baca juga : Celios: PPN 12 Persen Bikin Pengeluaran Masyarakat Bertambah Rp4,2 Juta
“Pak Menteri Koperasi punya gagasan-gagasan brilian, khususnya dalam hal peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) melalui sarjana penggerak koperasi, talenta dan digitalisasi koperasi, dan supporting swasembada pangan, LPDB dapat tambahan 10 triliun dari Presiden melalui APBN. Ini bukti komitmen tinggi Menteri Koperasi saat ini dalam mendorong pemberdayaan koperasi melalui dana bergulir dan saat ini program-program yang terukur tersebut sementara progress implementasi”, kata Rektor Politeknik Nusantara Makassar itu.
Lebih lanjut, kata dia, Menteri Budi Arie memiliki komitmen tinggi mengembalikan marwah koperasi sebagai soko guru ekonomi Indonesia seperti cita-cita pendiri bangsa.
“Bahkan komitmen Menteri Koperasi akan mengembalikan marwah gerakan koperasi menjadi soko guru ekonomi bangsa”, bebernya.
Baca juga : Usia dan Gaji jadi Syarat Ambil Pinjol, Celios Wanti-Wanti OJK Lakukan Ini
Center of Economic and Law Studies (Celios) sendiri adalah lembaga penelitian independen yang fokus pada kajian makro-ekonomi, keadilan fiskal, transisi energi, dan kebijakan publik.
Dalam hasil survei tersebut, CELIOS memberi nilai “rapor merah” terhadap kinerja kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran. Rapor merah juga didapatkan empat menteri di kabinet merah putih.
Adapun Menteri HAM Natalius Pigai memperoleh nilai terburuk dengan dengan -113 poin. Lalu, Menteri Koperasi Budi Arie memperoleh nilai -61 poin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan nilai -41 poin, serta Menteri Kehutanan Raja Juli dengan nilai -36 poin.
Selain itu, CELIOS juga menyebutkan penilaian untuk menteri paling layak di-reshuffle lantaran berkinerja buruk. Di mana, Raja Juli Antoni menempati nilai tertinggi untuk direshuffle dengan 56 poin. Kemudian, Budi Arie juga dinilai layak di-reshuffle dengan 48 poin, Bahlil dipilih dengan 46 poin, serta Natalius Pigai dengan 41 poin. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More