Jakarta – Lembaga pengelola informasi perkreditan, Credit Bureau Indonesia (CBI) meluncurkan aplikasi SkorKu untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi kredit.
Direktur Utama CBI, Anton K Adiwibowo mengatakan, tujuan diluncurkannya aplikasi SkorKu ini adalah untuk memberi literasi keuangan kepada masyarakat dan membantu mengukur seberapa sehat profil risikonya.
“Sebagai institusi yang juga bekerja sama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) kami meluncurkan aplikasi ini. Tujuannya sebenarnya adalah supaya masyarakat kita itu lebih mengenal, pentingnya profil risikonya,” ucap Anton dalam Konferensi Pers di Jakarta, 27 Agustus 2025.
Baca juga: CRIF Luncurkan Fitur Skor Penilaian Bantu Bisnis Hadapi Tarif AS
Dengan semakin pesatnya penyaluran kredit secara digital, kata Anton, banyak masyarakat yang dengan mudah mengajukan pinjaman. Namun, setelahnya sebagian yang mengajukan pinjaman tidak melanjutkan pembayaran yang memicu skor kredit yang kurang baik.
Selain itu, lanjut Anton, permasalahan lain yang muncul di masyarakat adalah penyalahgunaan data peminjam kredit.
“Tujuan CBI sebagai biro kredit adalah membangun komunitas, sosialitas dengan responsible lending, pinjaman yang bertanggung jawab, melihat kedua belah pihak, baik sebagai pihak pinjamannya maupun sebagai peminjam itu sendiri,” imbuhnya.
Adapun, sumber data yang menjadi acuan SkorKu dalam menentukan baik atau buruknya skor dan laporan kredit seseorang melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dan lembaga keuangan non SLIK yang terdaftar di CBI.
Baca juga: OJK: Masih Ada Ruang Penurunan Suku Bunga Kredit pada 2025
Aplikasi SkorKu juga memiliki beberapa keunggulan, salah satunya dapat memberikan literasi ataupun tips untuk memperbaiki reputasi kredit jika skor kredit yang dimiliki rendah.
Lalu, masyarakat juga bisa mengakses laporan informasi kredit dengan cepat, mudah, dan nyaman, serta data pengguna yang dijamin keamanannya dari kemungkinan penipuan atau penggunaan identitas untuk pengajuan kredit. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More