News Update

Cegah Pembobolan RDN, Pengamat IT Ingatkan Pentingnya Real Time Monitoring Berbasis AI

Jakarta – Publik dihebohkan dengan insiden dugaan pembobolan rekening dana nasabah (RDN) PT Panca Global Sekuritas (PGS), anak usaha PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Apalagi, dikabarkan pembobolan rekening tersebut merugikan nasabah hingga Rp70 miliar. Atas kondisi tersebut, Pengamat IT sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi meminta BCA dan PGS melakukan sejumlah langkah agar insiden ini tidak terulang di kemudian hari.

Pertama, memperkuat protokol keamanan dengan implementasi zero-trust architecture. Sebagai informasi, zero-trust architecture adalah pendekatan keamanan siber yang menganggap semua entitas, baik di dalam maupun di luar jaringan perusahaan, tidak dapat sepenuhnya dipercaya. 

Sebaliknya, mereka harus memverifikasi apa pun yang mencoba terhubung ke sistem mereka sebelum memberikan akses.

Baca juga : BNI Serukan Waspada Kejahatan Siber, OTP dan PIN Jangan Dibagikan

“Perusahaan seperti BCA dan PGS harus segera perkuat protokol keamanan dengan mengimplementasikan zero-trust architecture untuk akses Application Programming Interface (API) dan Klik Bisnis, dengan mandatory biometrics atau hardware tokens,” ujar Heru Sutadi, kepada Infobanknews, Senin 15 September 2025.

Selain itu, kata dia, BCA dan PGS juga harus meningkatkan real time monitoring dengan sistem AI untuk mendeteksi anomali transfer ke luar whitelist. 

“Mereka juga harus melakukan audit internal rutin plus penetration testing,” tegasnya.

Terpenting, melakukan edukasi karyawan mengenai anti-phishing dan batasi akses whitelist hanya via approval multi-level. Termasuk berkolaborasi dengan otoritas terkait.

“Kolaborasi dengan OJK untuk standar cyber resilience baru, termasuk asuransi cyber. PGS sudah deaktivasi sistem, tapi preventif lebih baik, ” ujarnya.

Baca juga : Kejahatan Siber Berbasis AI di Indonesia Naik 3 Kali Lipat, Begini Strategi Menangkalnya

BCA sendiri saat ini tengah melakukan investigasi mendalam bersama perusahaan sekuritas terkait. Selain itu, langkah koordinasi juga dilakukan dengan institusi penerima dana guna menelusuri lebih detail dugaan peristiwa tersebut.

“BCA telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan, termasuk berkoordinasi dengan pihak sekuritas dan institusi penerima dana. Kami berkomitmen mendukung investigasi dari seluruh pihak terkait,” kata I Ketut Alam Wangsawijava, Corporate Secretary BCA dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), 12 September 2025.

Ketut menegaskan, bahwa keamanan data dan transaksi digital nasabah BCA selalu menjadi prioritas utama. Bank swasta terbesar di Indonesia itu mengklaim telah menerapkan strategi pengamanan berlapis serta mitigasi risiko yang ketat untuk mencegah potensi kejahatan siber.

Meski investigasi masih berlangsung, BCA menekankan bahwa nasabah tidak perlu khawatir terkait keamanan sistem perbankan mereka. 

“BCA senantiasa menjaga keamanan data dan transaksi digital nasabah,” tegas Ketut. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

1 hour ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago