Moneter dan Fiskal

Catatan Akhir 2025, Kemenkeu Buka-Bukaan soal Kondisi Ekonomi Indonesia

Poin Penting

  • Ekonomi RI tetap tangguh di akhir 2025, ditopang manufaktur ekspansif, inflasi terkendali 2,92% (yoy), dan surplus perdagangan.
  • Neraca dagang surplus USD38,54 miliar sepanjang Januari–November 2025, dengan ekspor tumbuh 5,61% didorong industri pengolahan.
  • Konsumsi dan kepercayaan domestik menguat, tercermin dari IKK di level 124 dan Indeks Penjualan Riil tumbuh 5,94% (yoy).

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menilai perekonomian Indonesia pada akhir 2025 tetap menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tekanan global. Kondisi tersebut menjadi fondasi yang kuat bagi kinerja ekonomi nasional ke depan.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengatakan, perekonomian Indonesia di penutup 2025 tetap resilien, ditopang oleh aktivitas manufaktur yang ekspansif, inflasi yang terkendali, serta kinerja neraca perdagangan yang konsisten mencatatkan surplus.

“Faktor-faktor tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2026,” ujar Febrio dalam keterangannya, Selasa, 6 Januari 2026.

Febrio merinci, aktivitas manufaktur Indonesia menunjukkan kinerja positif pada akhir 2025. PMI Manufaktur Desember 2025 tercatat di level 51,2, menandai fase ekspansif selama lima bulan berturut-turut.

Menurutnya, kinerja positif tersebut didukung kuatnya permintaan domestik, peningkatan ketenagakerjaan, serta aktivitas pembelian bahan baku.

Selain itu, optimisme pelaku usaha juga menguat dan mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan keyakinan terhadap prospek sektor manufaktur ke depan.

Baca juga: INDEF Ungkap Strategi Ekonomi RI Tembus 6 Persen di Tengah Tekanan Fiskal

Dari sisi global, aktivitas manufaktur negara mitra utama Indonesia juga berada di zona ekspansif, seperti Amerika Serikat (51,8), China (50,1), dan India (55,7).

Di kawasan ASEAN, PMI manufaktur Thailand (57,4) dan Malaysia (50,1) turut menguat, memberikan sinyal positif bagi permintaan ekspor Indonesia.

Neraca Perdagangan Surplus

Febrio juga melihat, neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatat surplus USD2,66 miliar, melanjutkan tren surplus sejak Mei 2020.

Secara kumulatif Januari-November 2025, neraca perdagangan membukukan surplus USD38,54 miliar, meningkat USD9,30 miliar (ctc).

Adapun ekspor sepanjang Januari-November 2025 tercatat sebesar USD256,56 miliar, meningkat 5,61 persen (ctc). Kenaikan ekspor terutama disumbang sektor industri pengolahan dengan kontribusi 10,41 persen, yang mencerminkan meningkatnya nilai tambah ekspor nasional.

Sementara itu, impor tercatat USD218,02 miliar, naik 2,03 persen (ctc). Peningkatan impor terutama berasal dari barang modal dengan kontribusi 3,28 persen, sejalan dengan aktivitas produksi yang ekspansif

Baca juga: Nilai Ekspor RI hingga November 2025 USD256,56 Miliar, Naik 5,61 Persen

Sementara itu, impor pada periode yang sama tercatat sebesar USD218,02 miliar, naik 2,03 persen (ctc). Peningkatan impor terutama berasal dari barang modal dengan kontribusi 3,28 persen, sejalan dengan aktivitas produksi yang ekspansif.

“Ke depan, dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi mitra dagang utama akan terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai dinamika global,” imbuh Febrio.

Page: 1 2

Irawati

Recent Posts

333 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.361

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,61 persen ke level 8.361,11 (dari 8.310,22). Sebanyak 333 saham… Read More

21 mins ago

Aliansi BEM UI Menentang Pernyataan Purbaya saat Wisuda UI, Ini Pernyataan Sikapnya

Poin Penting BEM se-UI merespons orasi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di wisuda Universitas Indonesia soal… Read More

1 hour ago

IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BUVA, COIN hingga PANI

Poin Penting IHSG berpeluang menguat ke 8.377–8.440 jika bertahan di atas 8.172, dengan risiko koreksi… Read More

2 hours ago

Transaksi Bank Emas 33,7 Ton, Laba Pegadaian Naik 42,6 Persen di 2025

Poin Penting Laba Pegadaian 2025 melonjak 42,6% menjadi Rp8,34 triliun, ditopang pertumbuhan aset 47,8% dan… Read More

14 hours ago

IMF Usul RI Naikkan Pajak Karyawan, Begini Kata Menkeu Purbaya

Poin Penting IMF mensimulasikan kenaikan bertahap PPh 21 karyawan untuk mendukung peningkatan investasi publik dan… Read More

14 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Belum Ada Figur yang Kompeten

Poin Penting Sudah ada sejumlah pendaftar calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun… Read More

14 hours ago