Catat Rugi Rp1,22 Triliun, Harga Saham EXCL Melemah 6,76 Persen

Jakarta – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melaporkan kinerja keuangan semester I 2025 dengan mencatat rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,22 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), EXCL masih mampu membukukan kenaikan pendapatan sebesar 11,98 persen menjadi Rp19,09 triliun dari Rp17,05 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, kenaikan pendapatan ini tidak sejalan dengan peningkatan hampir seluruh pos beban. Beban penyusutan naik dari Rp6,06 triliun menjadi Rp7,30 triliun pada semester I 2025.

Baca juga: Ada Retno Marsudi hingga Arsjad Rasjid, XL Smart Sahkan Dewan Direksi dan Komisaris

Lalu, dari sisi beban infrastruktur tercatat senilai Rp5,36 triliun meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,40 triliun. Pos beban interkoneksi dan beban langsung lainnya juga meningkat dari Rp1,58 triliun menjadi Rp2,12 triliun.

Di samping itu, beban gaji dan kesejahteraan karyawan melonjak dari Rp818,51 miliar menjadi Rp1,61 triliun. Beban lain-lain turut membengkak signifikan menjadi Rp845,96 miliar dari hanya Rp23,58 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: XL Smart Resmi Beroperasi, Tegaskan Tidak akan Lakukan PHK

Adapun, dengan hasil kinerja keuangan tersebut, berpengaruh pada harga saham EXCL yang merosot sebanyak 6,76 persen pada perdagangan hari ini, 27 Agustus 2025.

Dengan adanya penurunan tersebut, harga saham EXCL ditutup pada posisi Rp2.760 per saham dari harga penutupan sebelumnya di level Rp2.960 per saham. Selain itu, pada hari ini harga saham EXCL sempat menyentuh level terrendah di Rp2.660 per saham. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

5 hours ago

BSI Bidik 1 Juta Nasabah dari Produk Tabungan Umrah

Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More

7 hours ago

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

9 hours ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

10 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

11 hours ago

ShopeePay Unggul di Peta Persaingan Dompet Digital 2026 Versi Ipsos

Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More

11 hours ago