Tips & Trick

Cara Memilih Investasi Yang Aman

Jakarta – Setiap produk investasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Maka dari itu, kita harus bisa mencari kelebihan dan kekurangan dari produk investasi tersebut sesuai dengan kebutuhan investasi yang diinginkan.

Untuk mencari kekurangan dan kelebihan pada suatu produk investasi, kita diwajibkan untuk mengenal produk investasi tersebut. Ada baiknya, dalam memilih investasi, dengan melakukan investasi pada produk-produk investasi yang banyak ditawarkan oleh lembaga keuangan yang disertai dengan prinsip kehati-hatian. Selain itu, investasi yang aman biasanya selalu dilindungi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi lain, produk investasi yang ditawarkan juga harus memiliki badan hukum dan izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Setelah itu, jangan malas untuk mempelajari lebih lanjut mengenai investasi yang ditawarkan. Misalnya, apakah investasi tersebut terkesan mengiming-imingi dengan embel-embel tingkat pengembalian yang fantastis dalam waktu kurang dari setahun atau tidak. Yang terakhir, tetaplah mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan, karena ini menyangkut dana yang akan dikeluarkan untuk investasi.

Ada 4 tips yang bisa diterapkan untuk terhindar dari investasi ilegal (bodong). Pertama, imbal hasil yang ditawarkan haruslah masuk akal dan logis. Di mana semua investasi memiliki risiko yang setara dengan potensi imbal hasil. Kedua, perhatikan lisensi dan perijinan. Lembaga pengelola investasi harus memiliki izin usaha yang sesuai dan izin pengelola investasi harus dari OJK langsung. Ketiga, skema sumber hasil investasi harus jelas (tidak boleh ambigu). Dan keempat, lembaga keuangan yang menawarkan produk investasinya harus memiiki laporan keuangan yang transparan dan rinci.

Dalam berinvestasi, harus mengenal istilah “high risk, and high return” yang artinya jika ingin memperoleh keuntungan yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula. Tidak ada investasi yang ditawarkan tanpa risiko didalamnya. Kalaupun ada, mungkin anda sedang ditawari investasi bodong dengan iming-iming imbal hasil yang tidak masuk akal.

Investasi yang dianggap paling menguntungkan, yaitu investasi yang biasanya berkaitan dengan pasar modal seperti reksadana, saham, obligasi/sukuk. Namun, untung atau tidaknya investasi juga dilihat dari kondisi pasar keuangan. Produk investasi reksadana terbagi menjadi 5 (lima) jenis yaitu, reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, dan reksadana index.

Reksadana memiliki beberapa manfaat yang menjadikannya sebagai salah satu alternatif investasi yang menarik antara lain dikelola oleh manajemen profesional, di mana pengelolaan portofolio suatu reksadana dilaksanakan oleh Manajer Investasi yang memang mengkhususkan keahliannya dalam hal pengelolaan dana. Kemudian, diversifikasi atau penyebaran investasi yang terwujud dalam portofolio akan mengurangi risiko, karena dana atau kekayaan reksadana diinvestasikan pada berbagai jenis efek sehingga risikonya pun juga tersebar.

Sedangkan untuk investasi di saham, anda harus membeli atau memiliki sebagian saham dari suatu perusahaan. Dengan begitu kita bisa ikut serta memiliki perusahaan dan memiliki klaim baik pada kekayaan maupun pada penghasilan perusahaan. Dengan memiliki saham yang diperjual belikan tersebut, maka kita memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu pemilik dari perusahaan-perusahaan besar dan blue chip yang ada di Indonesia pada saat ini.

Sejauh ini masih banyak orang yang ragu dalam berinvestasi saham di bursa karena alasan terlalu berisiko, lantaran takut memilih saham yang salah. Padahal, dengan memahami seluk beluk perusahaan saham, seperti laporan keuangan, keadaan perusahaan dan lain-lain, adalah kunci dari suksesnya investasi di saham.

Sementara untuk investasi di obligasi/sukuk, berbeda dengan saham yang memberikan hak kepemilikan kepada pemegangnya, obligasi sebenarnya merupakan pinjaman yang anda berikan kepada suatu perusahaan. Obligasi adalah surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan nilai nominal (nilai pari/par value) dan waktu jatuh tempo tertentu.

Sederhananya, investor memberikan pinjaman dana kepada perusahaan atau pemerintah yang diwujudkan dalam bentuk surat hutang atau obligasi. Modal yang harus dikeluarkan untuk investasi obligasi relatif cukup besar untuk investor individu. Nilai obligasi yang diperjual-belikan biasanya dalam satuan yang cukup besar, misalnya Rp5 miliar.

Namun demikian, sejauh ini instrumen investasi yang memiliki risiko paling minim dan masih menjadi andalan di masyarakat adalah di tabungan, deposito dan investasi emas. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

17 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

17 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

18 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

20 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

21 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

22 hours ago