Ekonomi dan Bisnis

Cara BFI Finance Dukung Kebaruan Teknologi Pelaku Usaha Percetakan

Jakarta – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) turut berupaya memberikan kontribusi positif bagi pelaku usaha di sektor percetakan dalam mengakses kebaharuan teknologi saat ini.

Corporate Business Vice President (VP) BFI Finance Stanly Darisang mengatakan, dukungan kebaruan teknologi tersebut diwujudkan dalam kemudahan pemberian fasilitas pembiayaan.

“Kita punya fasilitas pembiayaan terutama menyasar kepada customer-customer di sektor percetakan,” kata dalam perhelatan AllPrint Indonesia di JIEXPO Kemayoran pada 11 – 14 Oktober 2023.

Meski tak menyebut target pembiayaan di sektor percetakan, pihaknya meyakini melalui fasilitas pembiayaan BFI Finance, perusahaan dapat mengatasi tantangan teknis bahkan dapat mengubah ide-ide cemerlang menjadi solusi nyata. 

“Oleh karena itu, penting bagi kami sebagai lembaga keuangan, untuk terus mendukung akses modal bagi mereka yang berupaya membawa kebaharuan teknologi ke dunia,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam perhelatan AllPrint Indonesia, para pengunjung dapat melihat bagaimana peralihan dari mesin cetak konvensional, menjadi mesin cetak digital. Kemunculan teknologi cetak digital ini adalah tonggak besar dalam dunia percetakan.

Mesin cetak digital memungkinkan produksi dengan cepat dan ekonomis dalam jumlah kecil hingga menengah. Dan mesin cetak digital memungkinkan untuk personalisasi, fleksibilitas desain yang tinggi, dan waktu respons yang cepat.

“Mesin cetak digital juga mengurangi limbah dan biaya persiapan yang terkait dengan metode konvensional,” jelasnya.

Menurutnya, teknologi tersebut mampu memberikan keterhubungan dengan teknologi lain, seperti kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT). 

Hal ini memungkinkan pemantauan dan pengelolaan produksi secara real-time, memaksimalkan efisiensi operasional dan mengurangi waktu henti. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

5 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

8 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

9 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

9 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

10 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

10 hours ago