Adapun kinerja perbankan syariah per April 2017, tumbuh lebih baik dibanding posisi akhir tahun lalu. Total pembiayaan naik 17,70 persen secara setahunan menjadi Rp259,47 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 24,78 persen menjadi Rp298,03 triliun. Sedangkan total aset meningkat 22,69 persen menjadi Rp372,28 triliun.
Baca juga: Hingga 2025, Pertumbuhan Perbankan Syariah Cuma 5-10%
Namun demikian, dari sisi rasio pembiayaan bermasalah (NPF) masih terbilang tinggi di level 4,43 persen secara gross pada April 2017. NPF meningkat dibanding posisi akhir tahun 2016 di level 4,15 persen.
“NPF masih tergolong tinggi dibanding perbankan konvensional. Ini akibat economic scale masih rendah. Juga terpengaruh pertumbuhan ekonomi. Penurunan pertumbuhan ekonomi meningkatkan NPF. Tapi sudah diantisipasi dengan CKPN menjaga NPF net tetap di bawah 5 persen (April di level 2,49 persen),” tandas Ahmad Soekro. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 7 April 2026 setelah sebelumnya stabil… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka melemah ke Rp17.076 per dolar AS (turun 0,24 persen… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi ke rentang 6.745–6.849, meski skenario terbaik berpeluang menguat… Read More