Kendati demikian, kata dia, dengan posisi cadangan devisa per akhir April 2017 yang tercatat US$123,2 miliar, atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2017 yang sebesar US$121,8 miliar, maka depresiasi rupiah yang berlebih masih dapat mampu dicegah.
“Dolar terus menguat dengan euro yang terus terkoreksi dan juga ekspektasi kenaikan FFR target di Juni 2017 yang perlahan tumbuh. Di sisi lain, koreksi harga komoditas masih terus meminta penguatan dolar,” ucapnya.
Menurut Bank Indonesia (BI) sendiri, posisi cadangan devisa yang tercatat US$123,2 miliar ini, cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More