News Update

Buron di RI, Eks Bos Investree Malah Jadi CEO Perusahaan Fintech di Qatar

Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari mantan Direktur Utama PT Investree Radhika Jaya (Investree), Adrian Gunadi. Ia kini dikabarkan menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) JTA Investree Doha, Qatar.

Padahal, Adrian telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus fraud Investree dan masuk daftar pencarian orang (DPO), hingga tercantum dalam red notice Interpol.

Dinukil laman resmi JTA Investree Doha, terpajang nama lengkap Adrian sekaligus jabatan. Dalam foto profilnya, ia dengan gagah mengenakan jas hitam paduan kemeja putih berlatar gedung pencakar langit dan laut.

“Operator global dan wirausahawan berpengalaman. Memimpin pertumbuhan teknologi finansial di berbagai pasar Asia Tenggara,” tulis keterangan resmi JTA Investree Doha, dikutip Jumat, 25 Juli 2025.

Diketahui, JTA Investree Doha Consultancy yang berkantor pusat di Doha, Qatar ini merupakan anak perusahaan JTA International Investment Holding, perusahaan penyedia teknologi keuangan global.

Baca juga: AFPI Ingatkan Bahaya Gerakan ‘Galbay’ bagi Industri Fintech Lending

Perusahaan ini menyediakan produk perangkat lunak mutakhir dan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk pinjaman digital bagi lembaga keuangan seperti bank, lembaga keuangan non-bank, dan perusahaan teknologi finansial (fintech).

Tak hanya teknologi, JTA Investree Doha Consultancy juga menyediakan akses ke modal dan keahlian operasional dalam mempercepat pertumbuhan mitra perusahaan melalui solusi keuangan.

Berdasarkan informasi yang diterima Infobanknews, perusahaan yang kini dipimpin Adrian di Qatar ini merupakan hasil kerja sama yang dirinya jalin sebelum mencuatnya kasus fraud Investree di Indonesia.

Kala itu, tepatnya Oktober 2023, Investree melalui induk usaha di Singapura menerima pendanaan seri D sebesar €220 juta atau sekira Rp3,6 triliun yang dipimpin oleh JTA International Holding.

Hasil dana segar itu lantas melahirkan perusahaan patungan JTA Investree Doha Consultancy sebagai pusat ekspansi ke Timur Tengah.

Baca juga: OJK Beberkan Sederet Tantangan Industri Fintech Jaga Keamanan Siber

Tersangka Fraud Investree di RI

Penunjukan Adrian di perusahaan tersebut ditengah status tersangka yang disandangnya. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan terkait Investree, dan telah masuk dalam DPO sejak 2024.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah mengeluarkan mengeluarkan red notice untuk Adrian.

“Saat ini Saudara Adrian telah ditetapkan sebagai tersangka dan termasuk dalam Daftar Pencarian Orang,” kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (10/2/2025).

OJK juga secara resmi telah mencabut izin usaha PT Investree Radika Jaya atau Investree yang tertuang pada Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-53/D.06/2024 tanggal 21 Oktober 2024. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Kredit Macet, Bisnis Gagal atau Niat Jahat? OJK Harus Berada di Depan Bank

Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More

9 hours ago

KPK Mencari “Pepesan Kosong” Dana Non Budgeter-Iklan Bank BJB, Terus Berputar-putar “Dikaitkan” Ridwan Kamil-Aura Kasih

Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More

10 hours ago

BSI Gandeng Kadin Dorong UMKM Naik Kelas

Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More

10 hours ago

Bos Danantara Bantah Isu Perombakan Direksi Himbara

Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More

15 hours ago

Purbaya Yakin IHSG Senin Pekan Depan Dibuka Tanpa Gejolak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More

15 hours ago

OJK–BEI Siap Berunding dengan MSCI Senin (2/2), Transparansi Free Float Jadi Fokus

Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More

16 hours ago