Jakarta–BUMN Marketeers Club kembali mengadakan forum ke-47 dimana Pegadaian menjadi tuan rumah pada kesempatan kali ini.
Acara dibuka oleh Hermawan Kartajaya selaku Founder & Chairman MarkPlus, Inc. yang kemudian dilanjutkan dengan presentasi menarik dari Direktur I Pegadaian Harianto Widodo.
Pada sambutan pembukaanya Hermawan mengatakan bahwa acara ini merupakan bentuk dukungan terhadap semboyan “kerja, kerja, kerja” yang diusung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.
“Menteri BUMN Rini pernah hadir saat Pertamina menjadi host, beliau akan selalu mendukung BUMN yang melakukan upaya branding yang kuat dan membuka diri untuk kolaborasi,” jelas Hermawan.
Harianto menjelaskan, mengapa dirinya mengangkat tema inklusi keuangan pada forum kali ini. “Inklusi keuangan ini penting, mengapa? Karena terdapat relevansi antara tingkat kemakmuran masyarakat dengan inklusi keuangan mereka. Saat ini tingkat inklusi keuangan masyarakat Indonesia baru sekitar 20%-an. Diharapkan, tahun 2019 bisa tumbuh mencapai 75%,” jelas Harianto. (Selanjutnya : Pegadaian lakukan sejumlah inovasi di 2016)
Dalam rangka mendukung upaya tersebut Pegadaian telah melakukan berbagai inovasi guna membantu masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah. Harianto menyampaikan bahwa Pegadaian akan selalu berusaha memberikan pelayanan pembiayaan tercepat, termudah, dan teraman.
“Sesuai visi dan misi kami bahwa Pegadaian akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah ke bawah”, jelas Harianto.
Dalam rangka memenuhi harapan masyarakat atas jasa keuangan Pegadaian telah mengembangkan berbagai jenis produk. “Ada tiga fase, fase awal seperti pemberian kredit gadai agunan emas dan nonemas. Fase kedua mencakup pemberian kredit fidusia, dan fase ketiga seperti gadai bisnis, gadai fleksi, arum haji,” tambah Harianto.
Pegadaian juga mengeluarkan program tabungan emas agar masyarakat di Indonesia dapat berinvestasi emas secara aman. Sebelum sesi diskusi dan tanya jawab forum BUMN Marketeers Club Harianto menambahkan bahwa demi memenuhi ekspektasi pelanggan Pegadaian memastikan bahwa point of sales mereka sudah tersebar sampai tingkat kelurahan, desa, ataupun pulau terluar. “Kantor cabang kami 4.500 dan 12 kantor wilayah, Itu semua sudah terintegrasi secara online dan realtime,” tutup Harianto. (*)




