Jakarta–PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) membukukan laba bersih Rp1,09 triliun pada tahun lalu, tumbuh 13,10 persen dibanding Rp964 miliar pada 2015.
Perolehan laba tersebut, ditegaskan Direktur Utama Bukopin Glen Glenardi lebih tinggi dibanding rerata perbanka yang cuma 1,83 persen. “2016, kita capai kinerja yang baik di atas rata-rata perbankan,” ucapnya di Kantor Pusat Bukopin, Jakarta, Rabu, 29 Maret 2017.
Dari sisi kinerja perkreditan Bukopin, tercatat tumbuh 9,74 persen dari Rp66 triliun menjadi Rp72,5 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) naik 10,12 persen dari Rp76,2 triliun menjadi Rp83,9 triliun. Kenaikan tersebut mendorong total aset perseroan naik 11,70 persen menjadi Rp105,4 triliun. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Dari sisi rasio keuangan lainnya, tercatat rasio kecukupan modal meningkat ke level 15,03 persen per akhir 2016. return on assets (ROA) di level 1,38 persen dan return on equity (ROE) ada di 13,19 persen.
Sementara itu Marjin bunga bersih (NIM) di level 3,88 persen, rasio kredit bermasalah (NPL) gross naik dari 2,83 persen menjadi 3,77 persen. “Ini memang ada nasabah besar membuat NPL kita naik,” sambung Glen.
Kenaikan NPL lebih banyak terjadi di segmen komersial, yang secara gross NPL melonjak dari 2,08 persen menjadi 3,54 persen. Untuk itu perseroan menaikkan cadangan kerugian penurunan nilai atau CKPN menjadi 1,5 triliun pada tahun ini.
“Tahun ini kita turunkan ke bawah level 3 persen. Inisiatif sudah ada, tinggal dijalankan,” tutupnya. (*)




