Jakarta–PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) menargetkan jumlah kartu kredit yang diterbitkan dari divisi bisnis kartu kredit mencapai 1,25 juta keping pada tahun ini. Di mana antara 10-15 persennya berasal dari segmen pemegang kartu premium, yang punya gaya hidup mewah.
Per akhir tahun lalu, jumlah pemegang kartu kredit Bukopin ada sekitar 1 juta nasabah, di mana menurut Kepala Divisi Kartu Kredit Bukopin, Mukdan Lubis, 10 persen di antaranya merupakan nasabah premium pemegang kartu platinum. “Target tambah 250 ribu kartu tahun ini,” ujarnya di Jakarta, Selasa lalu.
Untuk mendukung peningkatan jumlah pemegang kartu premium, Bukopin telah merilis Infinite Card dengan berbagai fitur menarik yang dinilai sesuai dengan gaya hidup segmen nasabah ini. Beberapa di antaranya adalah limit transaksi di atas Rp100 juta, free executive lounge di bandara, gratis asuransi travel. Pun gratis iuran keanggotaan selama dua tahun pertama. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Diharapkan dengan semakin banyaknya nasabah pemegang kartu premium, pendapatan berbasis biaya atau komisi (fee based) dari bisnis kartu kredit bisa terus meningkat. Sebagai gambaran, iuran bagi pemegang kartu premium perseroan sebesar Rp2 juta per tahun untuk kartu basic (utama), dan Rp1,5 juta per tahun untuk kartu supplement (tambahan). Bila ada sekitar 100 ribu pemegang kartu premium (basic), maka dari fee tahunan saja Bukopin bisa menghasilkan Rp200 miliar. Ini belum ditambah fee dari varian kartu kredit lain, dan biaya lainnya, seperti dari tarik tunai dan keterlambatan pembayaran tagihan.
Baca juga: Bukopin Bidik 1.000 Agen Laku Pandai di 2017
Mukdan mengakui, bahwa pendapatan dari bisnis kartu kredit perseroan lebih banyak berasal dari fee based ketimbang dari pinjaman. “Proporsi 60 persen pendapatan kartu kredit dari fee based, revolving (pinjaman atau kredit) tidak terlalu besar. Jadi kita harapkan dari fee based,” tukasnya.
Dari sisi outstanding pembiayaan kartu kredit, lanjutnya, telah mencapai Rp3,5 triliun per akhir tahun lalu dan ditargetkan tumbuh 23 persen pada tahun ini. “Rata-rata tahun lalu tumbuh sekitar 25%,” terang Mukdan.
Sedangkan untuk sales volume atau nilai transaksi kartu kredit, lanjutnya, pada tahun ini ditargetkan bisa tembus angka Rp4,7 triliun. Nilai tersebut meningkat jauh dibanding tahun lalu yang sebesar Rp3,6 triliun. (*)




