Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri kini tengah menjadi perhatian publik. Ini tak lepas dari harta kekayaan yang dilaporkannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tembus Rp5,4 triliun.
Kekayaan Putri tersebut bisa dibilang sangat fantastis. Tak ayal, dia didapuk menjadi menteri paling tajir di tubuh Kabinet Merah Putih. Dalam laporan LHKPN, Putri melaporkan memiliki total kekayaan Rp5.435.833.014.169.
Dalam laporan LKHPN, Putri tercatat memiliki harta yang berasal alat transportasi dan mesin senilai Rp19,64 miliar. Jika dilihat rinciannya, Putri bisa dibilang punya selera otomotif yang tinggi. Dari 7 koleksi mobil yang dilaporkan, semuanya bukan mobil “kaleng-kaleng”.
Paling murah mobilnya dibanderol Rp500 jutaan, yakni Toyota Vellfire 3.5 AT Tahun 2011. Sedangkan mobil termahal yang dimiliki Putri adalah Bentley Flying Spur W12 yang ditaksir nilainya mencapai Rp4,57 miliar.
Baca juga: Profil Widiyanti Putri, Menteri Paling Tajir di Kabinet Prabowo Berharta Rp5,4 Triliun
Baca juga: Kekayaan Trump Bakal Makin Bertambah Jelang Pelantikan, Kok Bisa?
Selain harta yang berasal dari alat transportasi dan mesin, Menpar Putri Putri melaporkan memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp152,02 miliar.
Kemudian, Putri memiliki harta bergerak lainnya Rp43,81 miliar, surat berharga Rp5,07 triliun, kas dan setara kas Rp67,16 miliar dan harta lainnya Rp77,71 miliar. (*)
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More
Poin Penting CNMA membagikan dividen Rp12 per saham, termasuk dividen interim Rp5 per saham. Pembayaran… Read More