News Update

Bukan Gaji, Ini 5 Faktor yang Bikin Pekerja Indonesia Paling Bahagia se-Asia Pasifik

Poin Penting

  • Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen responden menyatakan bahagia menurut laporan Workplace Happiness Index Jobstreet by SEEK.
  • Gaji bukan faktor utama kebahagiaan pekerja; penentu teratas justru rekan kerja, lokasi kerja, makna pekerjaan, komitmen ESG, dan work-life balance.
  • Preferensi kebahagiaan berbeda antargenerasi, di mana Gen Z mengutamakan fleksibilitas dan WFH, milenial fokus pada work-life balance dan job security, sementara Gen X menekankan peran, tanggung jawab, dan kecocokan pekerjaan.

Jakarta - Jobstreet by SEEK merilis laporan terbaru bertajuk "Workplace Happiness Index" yang mengukur tingkat kebahagiaan pekerja di kawasan Asia Pasifik. Hasilnya, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pekerja paling bahagia di antara delapan negara yang disurvei.

Sebanyak 82 persen responden dari sekitar 1.000 individu di pasar kerja Indonesia menyatakan merasa cukup atau sangat bahagia di tempat kerja.

Meski gaji kerap dianggap sebagai faktor utama kebahagiaan, laporan ini menunjukkan bahwa remunerasi justru tidak masuk dalam lima besar penentu kebahagiaan pekerja.

Baca juga; Survei Jobstreet: Pekerja Indonesia Paling Bahagia di Asia Pasifik

Laporan "Workplace Happiness Index" mencatat lima faktor utama yang membuat karyawan merasa bahagia, yakni rekan kerja atau tim (77 persen), lokasi tempat kerja (76 persen), tujuan kerja atau perasaan bahwa pekerjaan bermakna (75 persen), komitmen terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG (75 persen), dan work-life balance (74 persen).

Sementara itu, gaji yang lebih tinggi hanya dipilih oleh 54 persen responden lintas generasi, mulai dari generasi (gen) X, Y (milenial), hingga Z.

Preferensi Berbeda Antargenerasi

Bagi gen X, tiga faktor utama pendorong kebahagiaan kerja adalah tanggung jawab dan jenis pekerjaan (78 persen), tim dan kolega (74 persen), serta peran manajer (65 persen).

Gen Y atau milenial lebih mengutamakan work-life balance (76 persen), budaya perusahaan (74 persen), dan keamanan kerja (job security) sebesar 73 persen.

Adapun gen Z menempatkan work-life balance (69 persen), opsi bekerja dari rumah (work from home/WFH) sebesar 69 persen, serta tujuan kerja yang bermakna (68 persen) sebagai faktor terpenting.

Baca juga: Daftar 10 Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Gaji Penting, tapi Bukan yang Paling Krusial

Melihat hasil survei tersebut, Acting Managing Director Jobstreet Indonesia, Wisnu Dharmawan, mengakui bahwa gaji tetap berkontribusi terhadap kebahagiaan pekerja. Namun, menurutnya, gaji bukan faktor yang paling menentukan.

“Jadi, gaji itu ya memang penting berpengaruh dengan kebahagiaan, tapi bukan termasuk yang paling penting,” sebut Wisnu saat ditemui usai acara media briefing peluncuran laporan "Workplace Happiness Index" di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Baca juga: Pemerintah Diskon 50 Persen Iuran JKK dan JKM Pekerja BPU Transportasi

Oleh karenanya, ia mengimbau para pemimpin perusahaan untuk memahami kebutuhan karyawan berdasarkan demografi generasi pekerja.

Fleksibilitas Jadi Kunci bagi Gen Z dan Milenial

Berdasarkan hasil survei, perusahaan dengan dominasi pekerja gen Z perlu memberikan fleksibilitas kerja guna mendukung work-life balance.

Hal itu dapat dilakukan melalui opsi WFH maupun mendiskusikan dengan lebih terbuka lagi terkait visi misi perusahaan agar dapat memenuhi unsur bekerja dengan purpose (makna).

“Bila misal milenial work-life balance-nya juga tetap, tapi ada job security di situ. Kalau gen X ya berarti untuk roles-nya juga harus sesuai dengan skills dan passion-nya, mengingat itu yang menjadi lebih penting buat si gen X,” jelas Wisnu.

Page: 1 2

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

BNI Tebar ‘THR’ Dividen buat Investor, Dibayarkan 7 April 2026

Poin Penting BNI bagikan dividen Rp13,03 triliun atau Rp349,41 per saham, setara 65% dari laba… Read More

20 mins ago

Libur Lebaran 2026: Ini Jadwal Operasional Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI

Poin Penting Jadwal libur bank saat Lebaran 2026 berlangsung bersamaan dengan rangkaian libur Nyepi dan… Read More

1 hour ago

Pemerintah Efisiensi Anggaran K/L, MBG dan KDMP Tetap Jalan Meski Risiko Perang AS-Iran

Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Bertahan Menguat 1 Persen Lebih di Posisi 7.102

Poin Penting IHSG sesi I ditutup naik 1,14% ke level 7.102,20, hampir seluruh sektor menunjukkan… Read More

2 hours ago

Libur Bursa 2026: BEI Tutup Perdagangan 18-24 Maret saat Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More

2 hours ago

Investor Kripto Harus Simak, Ini 5 Strategi Wajib Hadapi Bear Market

Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More

2 hours ago