Poin Penting
- SIG mencatat nihil fatalitas di seluruh operasi, dengan LTIFR 0,13 dan LTISR 1,01, lebih baik dari target perusahaan.
- SIG memperkuat budaya K3 melalui berbagai program, transformasi kepemimpinan VFSL, dan pembaruan 20 aturan keselamatan CLSR.
- SIG meraih Zero Accident Award dan menegaskan K3 sebagai nilai utama untuk menjaga keselamatan, produktivitas, dan kepercayaan pekerja.
Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan nihil fatalitas (recordable) di seluruh wilayah operasi pabrik semen sepanjang 2025. Capaian ini disebut merupakan hasil penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ditempatkan sebagai nilai utama dalam aktivitas operasional perusahaan.
Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menegaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan budaya keselamatan kerja di lingkungan SIG Group.
“Bulan K3 Nasional juga menjadi pengingat komitmen SIG untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama yang tidak hanya bertujuan mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, tetapi juga memastikan kenyamanan karyawan dan mitra agar lebih optimal dan produktif,” ujar Reni, dikutip Kamis, 26 Februari 2026.
Baca juga: Kolaborasi Desa Energi Insight Perkuat Transisi Energi Bersih di Tingkat Lokal
Ia menyebut, selain mencatat nihil fatalitas, SIG juga mencatat kinerja indikator keselamatan yang lebih baik dari target. Lost Time Injury Frequency Rate (LTIFR) tercatat sebesar 0,13, lebih rendah dari target 0,3. Sementara Lost Time Injury Severity Rate (LTISR) berada di level 1,01, jauh di bawah target 5 pada 2025
Perusahaan juga mengeklaim memperkuat indikator pencegahan melalui sejumlah program, seperti Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR) improvement plan, Visible Safety Leadership (VSL) Ambassador, hingga kesiapan respons darurat.
Atas capaian tersebut, SIG meraih sejumlah penghargaan, termasuk Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan dan penghargaan keselamatan pertambangan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Transformasi Kepemimpinan Keselamatan dan Pembaruan Aturan
Sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan, SIG mendorong transformasi dari Visible Safety Leadership (VSL) menuju Visible-Felt Safety Leadership (VFSL), yakni pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya terlihat di lapangan tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja. Model ini diharapkan dapat membangun kepercayaan dan memperkuat tanggung jawab bersama terhadap keselamatan.
Baca juga: Eastspring Indonesia Gandeng Maybank Luncurkan Reksa Dana ESIGMA
Pada momentum Bulan K3 Nasional 2026, SIG juga meluncurkan pembaruan Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang memuat 20 panduan keselamatan kerja berbasis data insiden dan risiko proses bisnis perusahaan.
“Budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari masing-masing individu. Safety yes, accident no. Safety is our top priority,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra










