Headline

Bu Rini, Ada Bos BUMN Tersangka KPK Lagi, Kali Ini Dirut PT INTI

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan status tersangka kepada salah satu direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kali ini Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Darman Mappangara (DMP).

Darman ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus suap pengadaan proyek Baggage Handling System (BHS).

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyidikan baru dengan tersangka DMP,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

Febri mengatakan, Darman diduga bersama-sama dengan staf PT INTI, Taswin Nur memberi suap kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam untuk mengawal agar proyek BHS digarap oleh PT INTI.

Penetapan status Dirut PT Inti ini melengkapi kisah  Hattrick sebelumnya. Dua bulan terakhir ini, KPK berhasil mencokok praktek dugaan korupsi di jajaran direksi perusahaan BUMN pada era Menteri Rini Sumarno, Meneg BUMN. Seperti diketahui, KPK sebelumnya telah menetapkan status tersangka atas dugaan korupsi Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y. Agussalam,  Dirut PTPN III, Dolly Pulungan dan Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perindo), Risyanto Suanda dan jajaran direksinya.

Praktek korupsi di BUMN ini memalukan masyarakat yang sedang memerangi korupsi dan masih saja BUMN ada direksi BUMN yang main tilep duit negara.

KPK pun kini mencegah Darman untuk bepergian ke luar negeri. Darman dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan kedepan.

KPK telah mengirimkan surat ke pihak Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM setelah Darman ditetapkan sebagai tersangka. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Pemimpin Bank Sentral Global Kompak Dukung Powell usai Ancaman Pidana Trump

Poin Penting Bank sentral global kompak dukung Jerome Powell usai ancaman pidana dari Donald Trump.… Read More

13 mins ago

Pendanaan Pindar Diprediksi Menanjak di Periode Ramadan, Begini Kata OJK

Poin Penting Pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha… Read More

35 mins ago

Purbaya Minta Pasar Tak Panik, Rupiah Diprediksi Menguat

Poin Penting Rupiah melemah ke level Rp16.864 per dolar AS, namun pemerintah menilai kondisi tersebut… Read More

2 hours ago

Rupiah Hampir Menyentuh Rp17.000 per Dolar AS, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah melemah mendekati Rp17.000 per dolar AS akibat tekanan global, termasuk tensi geopolitik… Read More

2 hours ago

Muhammadiyah Soroti Ketidakpastian Hukum yang Membayangi Dunia Perbankan

Poin Penting Muhammadiyah menilai ketidakpastian hukum di sektor perbankan berdampak luas terhadap penyaluran kredit dan… Read More

3 hours ago

Rupiah Mendekati Rp17.000 per Dolar AS, BI Diperkirakan Intervensi

Poin Penting Rupiah dibuka menguat tipis 0,04 persen ke level Rp16.870 per dolar AS pada… Read More

4 hours ago