Ilustrasi: Layanan BTPN Syariah. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) menyampaikan rencananya melakukan pembelian kembali atau buyback saham melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan perkiraan biaya yang diperlukan untuk melakukan buyback saham adalah sebanyak-banyaknya Rp927 miliar.
“Biaya tersebut telah termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pelaksanaan buyback, buyback saham perseroan dari pemegang saham publik tidak akan melebihi 10 persen dari jumlah modal disetor perseroan,” ucap Fachmy dalam keterangannya dikutip, 11 Juni 2025.
Baca juga: 25 Emiten Sudah Realisasikan Buyback Saham Tanpa RUPS, Segini Nilainya
Disampaikan juga bahwa, sumber dana yang akan digunakan untuk melangsungkan pelaksanaan buyback saham tersebut sepenuhnya berasal dari kas internal perseroan.
“Penggunaan dana untuk pembelian kembali saham tersebut tidak akan memengaruhi kemampuan keuangan perseroan secara signifikan,” jelas Fachmy.
Perseroan meyakini bahwa pelaksanaan buyback saham tidak memberikan dampak negatif terhadap perseroan, mengingat perseroan memiliki saldo laba ditahan, serta arus kas yang mencukupi.
Baca juga: Bank Raya Mau Buyback Saham Rp20 Miliar, Ini Alasannya
BTPN Syariah akan melaksanakan pembelian kembali saham dalam jangka waktu paling lama tiga bulan sejak keterbukaan informasi pembelian kembali saham disampaikan.
“Periode pembelian kembali saham dijadwalkan mulai 11 Juni hingga 9 September 2025 mendatang,” tutup Fachmy. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More
Poin Penting Danantara aktif sebagai investor pasar saham Indonesia dan menilai valuasi saham domestik masih… Read More
Poin Penting Allianz mencatat klaim asuransi di Bali mencapai Rp22 miliar sepanjang 2025, didominasi kerusakan… Read More
Poin Penting HSG ambruk 4,88 persen ke level 7.922,73 pada perdagangan 2 Februari 2026, dengan… Read More
Poin Penting Harga beras naik di seluruh tingkat pada Januari 2026, baik di penggilingan, grosir,… Read More