Perbankan dan Keuangan

BTPN Gandeng Syailendra Capital Hadirkan 5 Produk Reksa Dana di Aplikasi Jenius

Jakarta – PT Bank BTPN Tbk (BTPN) pada hari ini (13/8) resmi melakukan penandatangan kerja sama dengan Syailendra Capital sebagai manajer investasi sebagai langkah peningkatan literasi dan inklusi pasar modal, khususnya di reksa dana.

Kerja sama yang dilakukan tersebut ditandai dengan hadirnya produk investasi reksa dana Syailendra Capital yang dapat diakses melalui aplikasi Jenius dari Bank BTPN.

Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidayat, mengatakan bahwa, kerja sama yang dilakukan dengan BTPN itu dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah pertumbuhan investor reksa dana yang menunjukkan tren positif.

“Hal ini perlu disambut baik oleh para pelaku industri, salah satunya dengan berkolaborasi dan menciptakan layanan investasi yang mudah diakses, aman, dan terpercaya. Inilah yang melatarbelakangi kerja sama antara Syailendra Capital dan Bank BTPN,” ucap Fajar dalam sambutannya di Jakarta, 12 Agustus 2024.

Baca juga: Biaya Kredit Naik, Laba BTPN Susut 15 Persen jadi Rp1,2 Triliun per Juni 2024

Di kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama Bank BTPN, Darmadi Sutanto, berkomitmen untuk memberikan solusi dan layanan keuangan yang lengkap ke berbagai segmen nasabah dengan dukungan tekonologi digital.

“Untuk itu, kami senantiasa menyeleksi produk-produk investasi terbaik yang tersedia di platform kami untuk nasabah kami. Syailendra Capital dapat memenuhi kebutuhan investasi nasabah kami, mengingat rekam jejaknya selama lebih dari 17 tahun, performa produk yang konsisten melampaui benchmark dan variasi produk yang relevan,” ucap Darmadi.

Adapun, dengan kerja sama tersebut nasabah Jenius dapat mengakses lima produk investasi reksa dana Syailendra Capital, di antaranya:

  1. Syailendra Dana Kas, yang merupakan kategori Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), ditujukan bagi investor dengan profil risiko konservatif karena sifat produk yang sangat minim volatilitas dan ideal untuk investasi dengan target jangka pendek satu tahun karena bersifat sangat likuid.
  2. Syailendra Pendapatan Tetap Premium (SPTP), yang merupakan kategori Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), dengan fokus mengalokasikan dana 80-100 persen pada Efek Bersifat Utang (Obligasi) Pemerintah maupun Korporasi.
  3. Syailendra Fixed Income Fund (SFIF), yang merupakan kategori Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), yang berfokus mengalokasikan dana 80-100 persen ke Surat Utang Negara (SUN), Sukuk dan Obligasi Korporasi.
  4. Syailendra MSCI Value Index Fund (SMSCI) Kelas A, yang merupakan kategori reksa dana index yang mengacu ke indeks MSCI dan berisi saham-saham undervalued (murah) yang berpotensi memberikan performa optimal dalam jangka panjang.
  5. Syailendra Equity Opportunity Fund (SEOF) Kelas A, yang merupakan kategori reksa dana saham yang dikelola dengan strategi konsentrasi untuk memperoleh return melebihi IHSG.

Sebagai informasi, para pengguna yang tertarik untuk membeli produk reksa dana Syailendra Capital dapat mengakses fitur ‘Investasi’ di aplikasi Jenius, dengan modal awal untuk investasi di produk reksa dana Syailendra Capital sangatlah terjangkau mulai dari Rp10.000. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

5 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

5 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

8 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

11 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

16 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

17 hours ago