Gedung PT Bank Tabungan Negara (BTN). Foto: Istimewa
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, (BTN) memiliki visi besar di bawah kepemimpinan Haru Koesumahargyo. Salah satunya adalah menjadi the best mortgage bank di Asia Tenggara pada tahun 2025.
Bukan hal mustahil. Sebab, saat ini saja Bank Tabungan Negara (BTN) sudah menjadi yang terbesar di Indonesia di segmen pembiayaan perumahan. Bahkan, BTN menguasai pangsa 90% KPR subsidi di Indonesia.
Apalagi, indikator kinerja keuangan BTN terus membaik. Haru bersama jajaran manajemen berhasil menekan cost of fund, problem fundamental di BTN, sehingga pembiayaan perumahan semakin terjangkau.
“Dalam catatan Biro Riset Infobank, ini rekor BTN sejak 40 tahun terakhir. Pak Haru semasa di BRI juga berhasil menekan cost of fund,” ujar Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Institute dalam kunjungan virtual BTN ke Infobank, Kamis, 16 September 2021.
Pembiayaan perumahan yang murah adalah salah satu strategi Haru dalam meraih target besar di 2025 itu. Cost of fund yang rendah ada pijakan awalnya.
“BTN juga memperbesar porsi pembiayaan perumahan dengan tenor jangka panjang 20 tahun, long term, agar lebih terjangkau oleh masyakat banyak,” ujar Haru di kesempatan yang sama.
Untuk meng-grab nasabah milenial, BTN tak ketinggalan turut membiayai pembangunan tower-tower untuk milenial, khususnya di Jakarta, seperti di Tanjung Barat dan Kemayoran.
“Di BSD juga ada, tapi langsung akses ke pintu tol, sehingga lebih memudahkan mobilitas penghuninya,” ungkapnya.
Karakter tower untuk milenial yang dibangun BTN menitikberatkan pada faktor fungsional. Hal ini untuk menekan biaya sehingga unit apartemen lebih terjangka.
“Dengan begitu kita bisa membangun apartemen murah di bawah Rp1 miliar,” katanya.
Selain itu, langkah lain yang dilakukan BTN antara lain penyempurnaan brand operating model, kemitraan organik, memperluas real estate value chain, mengembangkan solusi keuangan lengkap, dan transformasi digital.
“Yang tak kalah penting adalah dukungan seluruh stakeholder, sehingga program yang kita rencanakan bisa berjalan dengan baik,” ucap Haru.
Dalam kunjungan ke Infobank, Haru yang dipercaya pemerintah sebagai Direktur Utama BTN sejak Maret 2021, didampingi oleh Andi Nirwoto, Direktur Operation, IT, dan Digital Banking; Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management dan Transformasi; dan Dody Agoeng, Head of PR. (*) Darto Wiryosukarto
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More
Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More
Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More