Direktur Utama Bank BTN Maryono (tengah), Direktur BRI Haru Koesmahargyo (kiri) Direktur Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Dedi Syarif Usman (kedua kanan) dan Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo (kanan) menekan tombol membuka perdagangan sekaligus Pencatatan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA SP BTN04) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/3/2018). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA SP BTN04) senilai Rp2 Triliun. EBA SP BTN04 hasil kerja sama BTN dan SMF tersebut akan dimanfaatkan perseroan untuk mendukung pembiayaan perumahan guna menyukseskan program satu juta rumah yang diinisiasi Presiden Joko Widodo. Berdasarkan catatan BEI, setidaknya sejak 2009 BTN telah melakukan listing sekuritisasi aset dalam bentuk KIK EBA maupun EBA SP dengan nilai total mencapai Rp9,655 Triliun dan seluruhnya menjadi incaran investor. (*)
Poin Penting IHSG dibuka melemah 4,10% ke level 7.979, dengan tekanan jual mendominasi mayoritas saham… Read More
Poin Penting BTN memproyeksikan pertumbuhan rumah subsidi di atas 10% pada 2026, sejalan dengan target… Read More
Poin Penting CGS International memperkirakan IHSG bergerak variatif cenderung melemah dengan support 8.040–8.180 dan resistance… Read More
Poin Penting BCA siapkan buyback saham hingga Rp5 triliun untuk mendukung stabilitas pasar modal, menjaga… Read More
Poin Penting Danantara fokus proyek strategis 2026 di delapan sektor utama sebagai momentum transformasi ekonomi… Read More
Poin Penting BTN menargetkan 20.000-25.000 nasabah baru melalui BTN Expo 2026, dengan fokus akuisisi digital.… Read More