Poin Penting
- BTN dukung program 3 juta rumah karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan hunian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
- Efek berganda sektor perumahan mencakup peningkatan aktivitas konstruksi, pertumbuhan UMKM, dan penyerapan tenaga kerja.
- Dampak luas bagi kesejahteraan terlihat dari peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kontribusi besar terhadap ekonomi nasional.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyatakan dukungannya terhadap program pembangunan 3 juta rumah yang digagas pemerintah. Program ini dinilai tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan pembiayaan perumahan memiliki efek berganda bagi perekonomian.
“Program rumah subsidi ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, menyejahterakan banyak keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian,” kata Nixon dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.
Baca juga: DPR Minta Peran BUMN dalam Program 3 Juta Rumah Dioptimalkan
Menurutnya, pembangunan perumahan memicu aktivitas di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, industri bahan bangunan, hingga penyerapan tenaga kerja.
Selain itu, program tersebut turut mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti penyedia bahan bangunan lokal dan jasa konstruksi.
Nixon menilai, penggunaan produk dalam negeri dalam pembangunan perumahan dapat memperkuat rantai pasok domestik sekaligus mengurangi ketergantungan impor.
“Efek bergandanya signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
BTN juga menilai akses terhadap hunian layak berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Lingkungan tempat tinggal yang lebih baik dinilai dapat mendukung kesehatan dan pendidikan, terutama bagi anak-anak.
Di sisi lain, program perumahan disebut tetap memperhatikan aspek ketahanan pangan. Pembangunan hunian diarahkan agar tidak mengorbankan lahan produktif, termasuk lahan baku sawah dan lahan sawah dilindungi.
“Ketahanan pangan nasional bisa berjalan beriringan dengan pembangunan permukiman,” jelasnya.
Baca juga: BTN: Relaksasi SLIK OJK Harus Diimbangi Diskresi Bank
Berdasarkan kajian internal BTN, penerima kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi mengalami peningkatan kualitas hidup, mulai dari kepemilikan hunian layak hingga kepastian aset jangka panjang.
Kontribusi Besar bagi Ekonomi Nasional
Dari sisi makroekonomi, sektor perumahan disebut memberikan kontribusi besar. BTN mencatat KPR mampu mendorong tambahan output ekonomi nasional hingga Rp3.049 triliun. Selain itu, setiap investasi Rp1 triliun di sektor ini berpotensi menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja.
BTN menilai program 3 juta rumah dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Editor: Yulian Saputra








