Perbankan

BSI Siap Tingkatkan Free Float Saham Jadi 15 Persen

Poin Penting

  • BSI menyambut baik rencana OJK dan BEI menaikkan minimum free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen, saat ini free float BSI sekitar 10 persen.
  • BSI akan berkonsultasi dengan Danantara untuk mengeksekusi peningkatan free float dan rencana pengembangan bank, termasuk masuk KBMI 4.
  • BEI memprioritaskan 49 perusahaan mayoritas kapitalisasi pasar yang free float-nya di bawah 15 persen sebagai bagian dari rencana reformasi delapan poin pasar modal.

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI menyambut baik aturan kenaikan minimum free float saham menjadi 15 persen.

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan saat ini tingkat free float saham BSI sekitar 10 persen.

“Tentu dengan kebijakan yang kemarin kita dengar akan dibawa ke 15 persen kami sangat menyambut baik dan ini bisa menjadi trigger bahwa upaya percepatan peningkatan free float BSI Indonesia bisa juga segera dieksekusi,” ucap Cahyo dalam Konferensi Pers di Jakarta, 6 Februari 2026.

Baca juga: Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Cahyo menambahkan, BSI sebagai perseroan yang baru saja diresmikan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan berkonsultasi dengan Danantara sebagai pengelola BUMN.

“Tentu kami akan berkonsultasi terus kepada Danantara dalam setiap tahapan termasuk mendiskusikan beberapa hal lain yang terkait dengan ekuitas. Termasuk journey BSI menjadi bank yang lebih besar lagi, masuk KBMI 4 dan seterusnya,” imbuhnya.

Diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumnya telah menyusun rencana reformasi pasar modal Indonesia.

Baca juga: Demutualisasi Bursa Efek Indonesia, Kudeta “Tak Berdarah” Tiga Komisioner OJK Mundur Terhormat

Salah satu dari delapan poin rencana reformasi tersebut adalah terkait dengan kenaikan minimum free float saham menjadi 15 persen dari 7,5 persen.

BEI akan memprioritaskan 49 perusahaan yang menjadi mayoritas kapitalisasi pasar modal Indonesia yang secara bertahap memenuhi aturan tersebut. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Ekonomi 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Celios: Dari Mana Sumber Pertumbuhannya?

Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More

16 mins ago

Purbaya Lantik 43 Pejabat Pajak dan DJA, Ini Daftar Lengkapnya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More

2 hours ago

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

3 hours ago

Premi ACA 2025 Tumbuh 17 Persen di Tengah Perlambatan Industri

Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More

5 hours ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More

5 hours ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam

PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More

6 hours ago