News Update

BSI Sediakan Pembiayaan Syariah untuk Waralaba Indomaret, Nilainya Segini

Jakarta – PT. Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menggandeng PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) untuk memfasilitasi pembiayaan syariah bagi masyarakat yang ingin membuka usaha waralaba. Kerja sama ini sebagai komitmen perseroan dalam menggerakkan sektor retail.

Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna mengatakan, kolaborasi tersebut di antaranya dalam hal pembiayaan paket waralaba minimarket Indomaret, pembelian lahan, pembelian ruko, pembangunan serta renovasi outlet. Melalui kerja sama ini, BSI menargetkan pada tahap awal bisa mengucurkan pembiayaan untuk 100 outlet Indomaret di seluruh Indonesia.

“Kerja sama ini menjadi wujud dukungan perseroan dalam menggerakkan ekonomi sektor retail, melalui tap-in dalam penyediaan akses pembiayaan franchise. Terlebih bisnis ritel trennya terus meningkat terutama di wilayah-wilayah padat penduduk,” kata Anton, dikutip Jumat, 25 Juli 2025.

Baca juga: Pengeluaran Naik, Warga RI Atur Kembali Tabungan dan Utang

Ia menjelaskan, skema pembiayaan yang disiapkan mulai dari Rp500 juta-Rp2 miliar per outlet Indomaret. Besaran pembiayaan bisnis tersebut akan tergantung dari lokasi usaha dan kebutuhan investasi.

Kerja sama ini pun menandai komitmen perseroan untuk membuka kesempatan dan peluang usaha dengan minimarket Indomaret. Dengan demikian kolaborasi ini melengkapi eksisting layanan BSI bersama Indomaret yang selama ini sudah terjalin yakni transaksi tarik tunai dan transaksi pembayaran dan tagihan.

“Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu untuk membuka usaha waralaba secara lebih mudah dan terstruktur,” ujarnya menekankan.

Baca juga: Permudah Akses Layanan di Pasar Modal, RDN Syariah BSI Naik 26 Persen

Saat ini, Indomaret telah memiliki lebih dari 23.500 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Franchise Senior Manager PT. Indomarco Prismatama Hargo Suseno mengatakan, dukungan dari BSI ini akan semakin menggerakkan perekonomian rakyat.

“Dengan adanya Indomaret juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan tentunya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut,” kata Hargo.

Hargo pun optimistis kerja sama ini memperkuat peran waralaba untuk menjadi arus baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pada tahap awal kerja sama ini, Indomaret akan memberikan hasil survei potensi lokasi, kemudahan operasional yang dikelola Indomaret dan laporan keuangan yang transparan.

“Dengan demikian dapat memudahkan nasabah untuk memulai usaha Indomaret. Bahkan untuk pemula prosesnya akan mudah,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

3 mins ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

5 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

6 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

6 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

16 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

17 hours ago