Poin Penting
- BSI menggandeng Muslimat Nahdlatul Ulama untuk meningkatkan literasi haji dan investasi emas bagi jutaan anggota di seluruh Indonesia
- Kerja sama ditandai MoU saat peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU, dengan fokus pada perencanaan keuangan jangka panjang, khususnya kesiapan ibadah haji
- BSI memperkuat inklusi keuangan syariah dengan dukungan jaringan luas dan posisi sebagai pemimpin pasar tabungan haji (83 persen jemaah).
Jakarta — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI memperkuat strategi pengembangan ekosistem ekonomi syariah dengan menggandeng Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).
Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan literasi haji dan investasi emas bagi jutaan anggota Muslimat NU di seluruh Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam rangkaian peringatan Hari Lahir ke-80 Muslimat NU di Semarang.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat kesiapan finansial umat, khususnya perempuan.
Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengatakan kolaborasi ini menyasar peningkatan kesadaran perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk persiapan ibadah haji.
Baca juga: BSI Bidik 300 Ribu Nasabah Ultramikro usai Gandeng PNM
“Kami ingin mendorong masyarakat, khususnya Muslimat NU, untuk merencanakan keuangan sejak dini, termasuk untuk kebutuhan ibadah jangka panjang seperti haji,” kata Kemas, dalam keterangannya, Rabu, 15 April 2026.
Diketahui, hingga kini BSI mencatat sekitar 83 persen calon jemaah haji Indonesia merupakan nasabah tabungan haji BSI. Posisi ini menempatkan perseroan sebagai pemimpin pasar pada segmen jemaah haji reguler.
Ia bilang, melalui kerja sama ini kedua pihak akan memperluas edukasi terkait kesiapan haji sejak usia dini, termasuk pengelolaan tabungan haji serta alternatif investasi berbasis syariah seperti logam mulia emas.
“BSI juga menawarkan dukungan infrastruktur melalui jaringan lebih dari 1.100 kantor cabang serta layanan agen yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha mikro di lingkungan NU,” terangnya.
Baca juga: BSI Gandeng BASE, Dorong Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi Indonesia
Sebagai organisasi perempuan terbesar di lingkungan NU, Muslimat NU memiliki basis anggota yang luas, diperkirakan mencapai puluhan juta orang. Potensi ini dinilai strategis dalam mendorong literasi keuangan syariah secara masif.
BSI juga menyebut telah mengelola lebih dari 30 persen pesantren di Indonesia serta sekitar 56 ribu sekolah Islam, yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem halal di sektor pendidikan.
Melalui sinergi ini, BSI berharap dapat memperluas akses keuangan syariah sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan ekonomi keluarga.
Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan, termasuk melalui peningkatan literasi investasi dan kesiapan ibadah. (*)
Editor: Galih Pratama







